Jumat, 14 Jul 2017 14:40 WIB

Menyoal Rubella Kongenital, Penyakit Bawaan yang Diidap Balita Ubii

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Ubii saat ini masih menjalani terapi setelah didiagnosis Congenital Rubella Syndrome atau rubella kongenital (Foto: Instagram @grace.melia)
Jakarta - Putri dari blogger Grace Melia (28), Aubrey Naiym Kayacinta atau Ubii (5) didiagnosis Congenital Rubella Syndrome atau rubella kongenital. Sampai saat ini, Grace rutin berbagi kisahnya saat membesarkan Ubii. Seperti apa fakta dari penyakit ini?

Menurut dokter spesialis anak dari RS Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, Congenital Rubella Syndrome atau sindrom rubella kongenital adalah suatu kumpulan gejala penyakit yang terdiri atas katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual.

Baca juga: Viral Pesan Grace Melia, Ibu Ubii yang Terkena Rubella Saat Hamil

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus rubella pada janin selama masa kehamilan. Ini adalah efek dari ibu yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus rubella.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam blognya www.gracemelia.com, blogger yang akrab disapa Gesi ini menuliskan bahwa dirinya terkena Rubella saat sedang mengandung Ubii. "Di usia Ubii yang mendekati 6 bulan, baru saya tahu bahwa Ubii terdiagnosis dengan Congenital Rubella Syndrome karena saya kena Rubella saat hamil," tulis Gesi.

Setelah diperiksa, ditemukan kadar IgG dan IgM dalam tubuh Ubii menandakan memang ada virus Rubella. Ubii juga sempat menjalani USG kepala, USG jantung, serta tes BERA untuk memeriksa pendengarannya. Ubii pun terlahir tuli, punya kebocoran jantung, pengapuran otak, retardasi psikomotorik atau cerebral palsy.

Baca juga: Kata Dokter, Ini Daftar Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi

"Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan, risiko terkena sebesar 43 persen. Risiko tersebut meningkat menjadi 51 persen jika infeksi terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan dan dapat terjadi keguguran, bayi lahir mati atau kelainan bawaan berat yaitu sindrom rubella kongenital," imbuh dr Meta.

Ia melanjutkan, risiko ini bisa menurun jika infeksi terjadi setelah tiga bulan pertama kehamilan, yakni 23 persen. Kelainan bawaan sangat jarang ditemukan jika infeksi terjadi di atas usia kehamilan 5 bulan.

"Kenapa demikian? Karena di atas usia kandungan 5 bulan, biasanya proses pembentukan organ janin sudahlah lengkap," ujar dr Meta.

Pada kasus Ubii, Gesi menceritakan bahwa dirinya belum tahu sedang hamil kala terkena Rubella. Namun ia memperkirakan usia kehamilannya saat itu berada pada trimester pertama, yakni sekitar dua atau tiga bulan.

"Waktu pertama kali sakit, saya belum tahu lagi hamil, tapi itu kemungkinan di trimester pertama. Sempat tanya ke dokter juga tidak disebut-sebut Rubella, ke dokter kandungan saat tahu hamil pun tidak dianjurkan untuk cek darah," tutur wanita yang akrab berbagi kisahnya lewat Instagramnya, @grace.melia ini kepada detikHealth.

Baca juga: Mengenal Vaksin MR, Pengganti MMR yang Stoknya Sudah Lama Kosong


(ajg/mrs)