Tenang hal tersebut bisa dialami oleh semua orang dan memang normal terjadi. Apa yang menyebabkannya? Menurut peneliti saraf dr Michelle Braun dari Harvard Medical School ini karena kecenderungan otak untuk melupakan informasi-informasi repetitif yang dianggap tidak penting.
Baca juga: Sering Lupa Nama Orang, Apa Sebabnya?
"Hampir setiap saat pikiran kita multitasking dan saat melakukan tugas sehari-hari yang repetitif otak akan masuk mode otomatis," kata dr Michelle seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (19/7/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang perlu diwaspadai adalah bila kejadian lupa ini frekuensinya cukup tinggi. dr Michelle mengatakan kalau memang sering, semakin parah, dan tidak bisa dijelaskan maka bisa jadi itu adalah tanda untuk kondisi serius seperti risiko pikun (demensia).
"Lihat frekuensinya apakah sering terjadi, lebih sering dari sebelumnya? Apakah peningkatan kejadiannya tidak bisa dijelaskan oleh sebab lain seperti karena kurang tidur atau stres?" kata dr Michelle.
"Otak yang lupa sesaat dapat jadi tanda kondisi serius, maka dari itu penting untuk melakukan pengecekan," pungkasnya.
Baca juga: Sering Lupa? Ini Dia Cara Mudah Tingkatkan Memori Otak
(fds/up)











































