Jumat, 21 Jul 2017 14:36 WIB

Kecanduan Alkohol dan Risiko Bunuh Diri Seperti Chester Bennington

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Chester Bennington, vokalis linkin park, meninggal dunia karena bunuh diri. Ia diketahui memiliki masalah kecanduan alkohol dan penyalahgunaan narkotika. (Foto: MJ Kim/Getty Images)
Jakarta - Chester Bennington, vokalis band Linkin Park, meninggal dunia karena bunuh diri. Dalam banyak wawancara bersama media, pria 41 tahun ini mengaku memang memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkotika dan kecanduan alkohol.

dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, mengatakan alkohol memang sering dijadikan jalan pintas oleh para pengidap depresi. Dengan alkohol, perasaan kelam dan putus asa memang akan tersamarkan, meskipun tidak benar-benar hilang.

Saksiskan video 20detik mengenai Fakta di Balik Kematian Chester Bennington di sini:



Baca juga: Bunuh Diri karena Ingin 'Menyusul' Sahabat, Mungkinkah?

"Alkohol yang dikonsumsi memang akan menekan sistem saraf pusat, dan menghilangkan sementara gejala depresi dan cemas yang dirasakan," ungkap dr Andri.

"Tapi begitu pengaruh alkohol hilang, gejala depresi dan cemas akan datang kembali, bahkan lebih berat daripada sebelumnya," tutur pemilik akun twiter @mbahndi ini.

Gejala depresi berat bisa membuat seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri. Risiko untuk benar-benar bunuh diri pun meningkat pada pasien depresi, sebagai cara cepat untuk menuntaskan masalah-masalah yang dihadapinya.

Hal ini jugalah yang membuat seorang pengidap gangguan jiwa rentan kecanduan alkohol. Ketika gejala depresi dan cemas datang lagi secara terus menerus dengan kondisi yang lebih berat, konsumsi alkohol pun meningkat hingga akhirnya kecanduan.

Baca juga: Chester Bennington Bunuh Diri, Tanda Seleb Juga Rentan Depresi

Karena itulah, dr Andri sangat menganjurkan pada pengidap depresi, gangguan kecemasan atau orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk berobat dan mencari pertolongan profesional.

Kecanduan alkohol dan obat-obatan menurutnya terjadi akibat ODMK dan ODGJ tidak mencari pertolongan profesional dan mencoba-coba tanpa panduan yang tepat.

"Jika mengalami gejala kejiwaan apapun, cari bantuan profesional, baik itu psikiater atau psikolog klinis. Karena masyarakat harus paham bahwa gangguan jiwa itu bisa disembuhkan dan pasien bisa kembali seperti sebelumnya," ujarnya.

"Jangan malah lari ke alkohol, napza, dan ganja karena hanya bisa menyelesaikan masalah sementara, tapi ke depannya malah bisa menimbulkan lebih banyak masalah," tutupnya.

Baca juga: Begini Cara Tepat Menghadapi Orang yang Mau Bunuh Diri

(mrs/fds)
dRooftalk
×
Rentetan Bencana di Awal Tahun
Rentetan Bencana di Awal Tahun Selengkapnya