Sabtu, 22 Jul 2017 11:10 WIB

Mata Melotot dan Jantung Sering Berdebar? Hati-hati Tanda Hipertiroid

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Setiap perubahan hormon endokrin, baik salah satu atau gabungan beberapa hormon seperti MEN (multiple endocrine neoplasia) menandakan ada gangguan pada tubuh. Tapi umumnya satu hormon atau satu organ yang mengalami gangguan dapat menyimpulkan satu karakteristik tertentu.

Seperti kondisi ketika kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi atau yang biasa dikenal dengan istilah hipertiroidisme. Nah, jenis gangguan pada sistem imun tubuh yang disebabkan kondisi hipertiroid adalah penyakit Graves.

"Jadi ada penyebab hipertiroid. Salah satunya yang paling sering Graves disease," kata dr Indra Wijaya SpPD saat ditemui detikHealth di RS Cipto Mangunkusumo.

Tanda-tanda umum penyakit Graves biasanya paling banyak dialami oleh perempuan muda. Kemudian gejala fisik yang lainnya yaitu bertambah kurus, mata melotot, jantung berdebar-debar, keringat berlebihan, susah tidur, menstruasi menjadi panjang serta diare berhari-hari.

Baca juga: Waspada, Hipotiroid Kongenital Bisa Pengaruhi IQ Bayi

dr Indra mengatakan faktor risiko penyakit hipertiroid atau Graves pun bermacam-macam, mulai dari riwayat keluarga, jenis kelamin, serta gaya hidup.

"Dari riwayat keluarga, jadi kuat kalau dia ada keturunan tiroid, jenis kelamin, perbandingan kejadian Graves pada wanita dibanding pria adalah 80%:20%, usia di bawah 40 tahun, itu juga gampang terkena penyakit hipertiroid atau Graves disease, kemudian kehamilan juga dapat memicu, penyakit yang lain, merokok, stres atau emosional," kata dr Indra.

dr Indra menambahkan, begitu pun sebaliknya, kondisi berkurangnya produksi hormon tiroid atau disebut dengan hipotiroid pun memiliki karakteristik, seperti badan cenderung gemuk, metabolisme lambat, konstipasi, kolesterol meningkat, kelelahan, lemas, dan nadi menjadi lambat.

"Jadi karakteristiknya bisa kelihatan. Dari gejala, baru dokternya akan menduga ini penyakit ke arah mana, diperiksa lab-nya sesuai kondisinya," terang dr Indra.

Baca juga: Kenali Gangguan-gangguan Pada Kelenjar Tiroid


(hrn/up)