Hal ini dikomentari oleh ahli dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, salah satunya hepatitis C. Bagaimana bisa? Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa membuat pemakai berisiko tertular penyakit tersebut.
Menurut ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr. Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, penggunaan jarum suntik yang tidak steril dapat menyebabkan penularan lebih dari 60 persen penyakit hepatitis C dan sekitar 40 persen penyakit hepatitis B.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Aktor Bollywood Amitabh Bachchan Ditunjuk Jadi Duta Hepatitis
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pakar saluran cerna dan hati, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH bahwa penggunaan jarum suntik yang tidak steril memperbesar peluang tertularnya penyakit hepatitis.
"Hepatitis B dan C itu bisa menyebabkan peradangan kronis liver, penciutan liver, kanker hati, sirosis hati," imbuhnya.
Menurut dokter yang praktik di RS Cipto Mangunkusumo itu jika ada keluarga yang memiliki riwayat hepatitis, ada baiknya untuk segera melakukan screening penyakit tersebut.
"Kalau ada keluarga yang terkena hepatitis ya harus periksa, kalau nggak vaksin," tutupnya.
Baca juga: Adakah Kaitan Vaksin Hepatitis A dengan Tubuh yang Mudah Lelah?
(wdw/up)











































