Senin, 24 Jul 2017 11:57 WIB

Mengapa Musik Bisa Buat Bersemangat Atau Menangis?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Musik dapat pengaruhi perasaan seseorang. Foto: Thinkstock Musik dapat pengaruhi perasaan seseorang. Foto: Thinkstock
Jakarta - Pada sebagain orang musik dianggap sebagai pembangkit mood dengan mendengarkan lagu-lagu bertempo cepat. Atau malah sebaliknya, saat merasa sedih cenderung untuk mendengarkan lagu-lagu yang bertempo lambat.

Secara tidak sadar, saat mendengarkan musik bertempo lambat kita akan merasa terbawa suasana sendu dan tak jarang pula air mata mengalir begitu saja.

Tahukah kamu mengapa itu bisa terjadi? Baru-baru ini para ilmuwan menerbitkan sebuah penelitian di Scientific Reports yang bertujuan untuk meneliti aspek respons emosional terhadap musik.

Saat mendengarkan sebuah lagu dan kemudian merasa rileks, itu artinya saraf parasimpatik diaktifkan. Pada saat itu, hormon dopamin atau hormon yang berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, dan rasa percaya dilepaskan.

Baca juga: Viral! Remix Lagu Despacito dengan Suara Dengkuran Suami

Penelitian lain yang dipublikasikan di Frontiers in Neuroscience mengatakan bahwa manusia mampu memahami perasaan yang disematkan pada sebuah lagu.

Menurut seorang profesor psikologi musik London Guildhall School of Music and Drama, John Sloboda bahwa ada kaitan antara air mata dengan ornamen musik. "Umumnya musik adalah konsonan daripada disonan, jadi kita mengharapkan akord yang bagus. Jadi, bila akord itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan, itu memberi sedikit getaran emosional yang tak terduga," katanya dikutip dari NBC News, Senin (24/7/2017).

Menurut penelitian lain oleh sekelompok ilmuwan di Center for Interdisciplinary Music Research di Finlandia yang memberikan tes psokologis dan MRI (pemindai otak) untuk lebih memahami bagaimana orang menggunakan musik untuk memanipulasi perasaan mereka.

Penelitian yang juga dipublikasikan di Frontiers in Human Neuroscience ini memaparkan bahwa ada tujuh hal berbeda yang dirasakan orang saat mendengarkan musik, yaitu untuk Entertainment, Revival, Strong Sensation, Mental Work, Solace, Diversion and Discharge. Dan yang paling sering adalah tiga hal yang terakhir.

Menariknya, pria cenderung memilih metode Discharge (pelepasan atau ekspresi diri), contohnya saat dalam kemacetan mereka memilih mendengarkan lagu heavy metal sebagai bentuk pelepasan emosionalnya. Dalam penelitian juga disebut bahwa menggunakan metode ini aktivitas korteks prefrontal medial otaknya kurang (bagian yang membantu mengakses dan mengatur ingatan jangka panjang).

Sedangkan pada wanita cenderung menggunakan metode Diversion (pengalihan), yaitu mendengarkan lagu yang dapat membantu mengalihkan perhatian mereka dari suasana hati yang negatif.

Baca juga: Kematian Nicky Hayden Ingatkan Risiko Dengarkan Musik di Jalan Raya

(wdw/up)
News Feed