Dilansir BBC, Senin (24/7/2017), Prof Hugh Herr, kepala penelitian ini mengatakan bahwa tujuan dari ini adalah untuk membantu para penyandang disabilitas untuk dapat beraktivitas dengan lebih mudah. Prof Herr yang juga mengalami amputasi di kedua kakinya juga menggunakan temuannya untuk dirinya sendiri.
"Kami melakukan transisi dari hubungan penggunaan teknologi yang terpisah dengan sistem saraf kita menjadi sebuah integrasi dari fisiologi manusia," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana kerja dari mesin tersebut? Roman Stolyarov, seorang peneliti di laboratorium, menuturkan mereka menggunakan sensor yang serupa dengan yang ditemukan pada mobil autopilot. Hal ini penting untuk membuat kaki bergerak secara berbeda saat, misalnya berjalan menuruni tangga.
"Mesin ini menggunakan sensor on-board untuk menyimpulkan apakah kaki di angkat atau menapak, dan membuat orang dapat merasakan berjalan dengan sebenarnya (menggunakan kaki sendiri)," tambahnya.
Akan tetapi, untuk mewujudkan era tersebut, Prof Herr ingin menerapkan prosedur amputasi yang dapat menunjang kecocokannya dengan mesin pengganti. Ia menjelaskan kaki yang diamputasi harus memiliki kesesuaian agar bisa terhubung dengan teknologi terbaru yang sedang dikembangkan di laboratorium ini.
Baca Juga: Robot-robot Unik yang Bermanfaat untuk Dunia Kesehatan
(up/up)











































