Selasa, 25 Jul 2017 07:35 WIB

Sebentar Lagi Deteksi Tokso Jadi Semudah Tes Kehamilan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Toxo Kit, alat deteksi toksoplasma dalam tubuh yang berbentuk mirip testpack. (Foto: Rahma Lillahi Sativa/detikHealth)
Surabaya - Saat sedang mengandung, banyak calon ibu yang dilarang keras untuk mendekati kucing. Alasannya takut tertular tokso, istilah populer untuk toksoplasma, salah satu penyebab kecacatan pada janin.

Namun selama ini toksoplasma sulit terdeteksi karena penyakitnya sendiri tidak mengakibatkan gejala klinis yang khas.

"Toksoplasma ini sudah meluas. Bahkan ada yang mengatakan prevalesinya sekitar 60 persen di manusia. Tetapi penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis yang khas seperti pada orang yang kena campak atau cacar," jelas Dr drh Mufasirin, M.Si.

Padahal bila dibiarkan, utamanya pada ibu hamil, maka serangan toksoplasma ini dapat mengakibatkan kecacatan janin hingga abortus (keguguran), bilamana infeksinya terjadi di trimester awal maupun kedua.

Untuk itu drh Mufasirin dan timnya dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga merasa perlu menciptakan alat deteksi toksoplasma yang tak hanya cepat dan praktis tetapi juga murah.

Namanya Toxo Kit. Menurut drh Mufasirin, riset pengembangan Toxo Kit sudah dimulai sejak tahun 2012. Awalnya timnya berupaya mencari alternatif dari metode diagnosis toksoplasmosis yang lebih umum digunakan yaitu metode ELISA.

"Memang sama-sama menggunakan sampel serum, tetapi ELISA ini membutuhkan waktu lama, 1-2 hari. Kedua, butuh peralatan dan teknisi khusus untuk melakukan uji dan membaca hasilnya," papar drh Mufasirin saat ditemui detikHealth beberapa waktu lalu.

Ketiga, metode ELISA diklaim menghabiskan lebih banyak biaya. "Tergantung labnya, tetapi rata-rata ya Rp 400.000-500.000," imbuhnya.

Baca juga: 5 Fakta Unik Tentang Parasit Pengendali Otak Toksoplasma

Mirip Test Pack
drh Mufasirin menjelaskan, Toxo Kit ini tak ubahnya alat pengetes kehamilan atau yang biasa disebut testpack. Ini bisa dilihat dari bentuknya. Bedanya hanya pada cara penggunaannya saja. Bila test pack dimasukkan ke dalam wadah berisi urine, maka Toxo Kit ditetesi serum dari darah pasien.

"Darah kalau didiamkan setengah jam aja nanti akan muncul serum di atasnya. Itu diambil sedikit saja, kira-kira 50 microgram. Diteteskan di atasnya (Toxo Kit, red). Tinggal menunggu kira-kira 3-5 menitlah," paparnya.
Sebentar Lagi Deteksi Tokso Jadi Semudah Tes Kehamilandrh Mufasirin berharap Toxo Kit temuan timnya dapat diproduksi secara massal agar bermanfaat nyata untuk masyarakat. (Foto: Rahma Lillahi Sativa/detikHealth)

Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan reaksi antigen antibodi. "Antibodinya adalah yang di sampel, antigennya yang dilekatkan di sini (di Toxo Kit). Reaksi antigen itu nanti akan diikat oleh suatu sinyal reagen. Reagen yang bereaksi dengan ikatan antigen antibodi itu nanti akan memicu warna tertentu," terang drh Mufasirin.

Hasilnya, ketika ada satu strip yang terlihat berarti yang bersangkutan tidak memiliki riwayat toksoplasma dalam tubuhnya alias negatif. Sebaliknya, bila muncul dua strip, itu berarti dalam tubuh pasien terkandung antibodi terhadap toksoplasma.

"Mungkin pernah terinfeksi dengan tokso atau sekarang mungkin sedang terinfeksi," lanjutnya.

Staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga itu mengatakan tingkat sensitivitas alat bikinannya sudah mencapai 73,5 persen. Namun ia mengatakan Toxo Kit hanya bisa digunakan untuk keperluan skrining awal saja.

"Kalau positif, tindak lanjutnya ya ke medis. Nanti dokter akan menentukan apakah harus ujicoba lagi dengan ELISA atau tidak karena ELISA ini untuk mengetahui status aktif atau tidaknya (toksoplasma, red)," ujarnya.

Baca juga: Hobi Pelihara Binatang? Boleh Saja, Toksoplasma Bisa Dihindari Kok

Sejauh ini, drh Mufasirin mengklaim belum pernah dibuat alat serupa di Indonesia, khususnya untuk mendeteksi toksoplasma. Ini berarti Toxo Kit berpotensi besar untuk diproduksi secara massal.

"Sebenarnya sudah ada perusahaan besar yang melirik untuk produksi massal, tetapi kami masih harus memastikan ujicobanya stabil dan dalam skala besar. Ini kan ujinya baru skala lab," tandasnya.

Timnya juga belum berpuas diri. drh Mufasirin mengaku ingin meningkatkan sensitivitas alatnya hingga setidaknya mencapai 80 persen. "Saya juga ingin satu alat ini bisa dipakai macam-macam penyakit misalnya herpes atau CMV. Ini kan menguntungkan masyarakat, sampelnya sekali ambil hasilnya langsung banyak. Lebih hemat juga karena nggak usah bolak-balik tes," harapnya.

Kelebihan lain yang dimiliki Toxo Kit adalah hasil tes alat ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Untuk mengimbangi kebutuhan akan diagnosis toksoplasma yang tinggi, peneliti juga bermaksud mematok harga berkisar di Rp 50.000-70.000 untuk alat tersebut.

"Tantangannya tinggal menyediakan antigen yang cukup untuk produksi massal. Antigen ini diharapkan tidak tergantung dengan toksoplasma hidup, jadi dibuat antigen subunit menjadi protein subunit. Kita klonkan di mikroba nanti mikroba yang akan memproduksi itu, kita tinggal manen aja," urai drh Mufasirin

Hanya saja proses kloning ini sendiri tidak selalu mulus, bahkan dikatakan untung-untungan sehingga bisa memakan biaya yang besar. "Kalau sudah jadi bisa digunakan selamanya dan murah. Cuman untuk memproduksinya yang agak mengalami kendala," tambahnya.

Baca juga: Tak Cuci Tangan Usai Bersihkan Kotoran Kucing, Waspadai Alzheimer (lll/up)