Rabu, 02 Agu 2017 12:17 WIB

Mengenal Fibromyalgia, Penyakit Saraf yang Menyerang Morgan Freeman

Widiya Wiyanti - detikHealth
Peraih Oscar, Morgan Freeman pernah didiagnosis fibromyalgia. Foto: Reuters Peraih Oscar, Morgan Freeman pernah didiagnosis fibromyalgia. Foto: Reuters
Jakarta - Pernahkah merasa setelah bangun tidur masih merasa lelah? Atau merasa sakit ketika disentu pada titik-titik tertentu? Bisa jadi Anda mengalami fibromyalgia seperti aktor tenama Morgan Freeman.

Pasca kecelakaan mobil, tangan kirinya mendadak lumpuh dan sarafnya mengalami kerusakan. "Ini fibromyalgia," katanya dikutip dari CNN, Rabu (2/8/2017).

Apa itu fibromyalgia? Fibromyalgia adalah penyakit muskuloskeletal yang ditandai dengan nyeri otot terhadap tekanan. Ketika mengalami kelelahan berlebih dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu gejala lainnya adalah masalah dengan ingatan.

Penyakit ini dianggap seperti penyakit rematik yang menyebabkan radang sendi karena sendi dan jaringan lembut seperti otot, ligamen dan tendon terganggu.

Baca juga: Alasan Kenapa Wanita Butuh Lebih Banyak Obat Pereda Nyeri

"Rasa sakit itu terpancar sekali, kulit, rambut, kuku, dan semuanya terasa sakit. Apapun yang menyentuhmu pasti menyakitkan. Kamu tidak bisa memakai perhiasan, tidak bisa memakai apapun yang berbahan keras atau teksturnya kasar," kata salah satu pendiri Asosiasi Fibromyalgia Nasional yang juga penyintas fibromyalgia, Lynne Matallana.

Selain itu, pasien fibromyalgia sering mengalami masalah tidur. Menurut organisasi yang mengurus masalah tidur Amerika Serikat (National Sleep Foundation), penyakit ini seperti 'pedang bermata dua', di satu sisi rasa sakit membuat sulit tidur, namun di sisi lain kurang tidur dapat memperparah rasa sakit.

Fibromyalgia bisa menyerang kapan saja. Gejala sering dimulai setelah kejadian fisik traumatis, seperti kecelakaan mobil, operasi, bahkan infeksi. Terinfeksi virus flu, herpes simpleks, dan hepatitis B dan C dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini.

Tekanan psikologis atau emosional seperti pelecehan seksual, kehilangan orang tua atau perang juga bisa memicu munculnya penyakit ini.

Sebuah studi baru-baru ini di Finlandia menemukan bahwa trauma karena masalah keluarga seperti masalah keuangan, penyakit kronis, depresi atau perceraian dikaitkan dengan diagnosis fibromyalgia di kemudian hari.

Studi lain di Norwegia mengatakan bahwa wanita berusia di atas 45 tahun dengan sering mengalami masalah tidur lebih memiliki risiko lima kali lipat mengalami fibromyalgia dibandingkan orang yang memiliki kualitas tidur yang baik.

Baca juga: Berbahayakah Bell's Palsy yang Pernah Menyerang Angelina Jolie?


(wdw/up)