KPD Sorofo merupakan salah satu panti yang menjadi tempat tinggal sekitar 24 orang yang pernah mengalami kusta dan keluarganya. Saat berkunjung ke KPD Sorofo, Sasakawa terkejut melihat betapa kehidupan para orang yang pernah mengalami kusta cukup teratur, bersih dan produktif.
"Kelompok perawatan diri yang beranggotakan pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta ada banyak di dunia. Namun di sini berbeda dan saya terkejut meski pernah kena penyakit kusta atau ada luka, tetap kerja dan mencari uang. Ini sangat luar biasa," puji Sasakawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tanpa alasan pujian keluar dari mulut pria asal Jepang tersebut. Mahmud Hasan, salah satu penghuni senior KPD Sorofo menyebut meski stigma masyarakat masih negatif terhadap orang yang pernah memiliki kusta, mereka terbukti masih produktif dan mampu mencari nafkah.
Duta WHO puji kelompok perawatan diri di Ternate Foto: Reza/detikHealth |
Dikatakan Hasan, sebagian besar pria dewasa yang tinggal di KPD Sorofo bekerja sebagai buruh kasar atau petugas sampah. Sementara para wanita merupakan penghasil kerajinan tangan yang nantinya dijual di pasar.
"Kami mungkin cacat dan pernah sakit, namun kami tidak malas dan masih produktif meskipun dengan keterbatasan kami," ucap pria yang memiliki cacat tingkat 2 di bagian tangan ini.
Baca juga: Infografis: Kondisi Terkini Penyakit Kusta di Indonesia
KPD Sorofo sendiri saat ini berada di bawah naungan Dinas Sosial Kota Ternate. Dahulu, bangunan yang ditinggali Mahmud dan kawan-kawannya ini dibangun oleh Belanda sebagai pusat rujukan bagi pasien kusta di daerah Indonesia Timur.
Duta WHO Foto: Reza/detikHealth |
Namun seiring perkembangan obat yang membuat proses penyembuhan semakin cepat, kebutuhan akan rumah sakit khusus kusta di Maluku Utara pun menurun. Bangunan ini pun dialihfungsikan sebagai panti yang menampung orang-orang yang pernah mengalami kusta.
Ke depannya, Sasakawa berharap agar KPD Sorofo bisa menjadi contoh bagi panti sosial dan KPD lainnya bagi pasien kusta. Menurutnya, adanya KPD membuat deteksi dini pada anggota keluarga bisa berjalan lebih baik.
"Karena sesama teman-teman di panti mereka bisa saling memeriksa tubuh satu sama lain untuk melihat apakah ada bercak atau tidak," pungkasnya.
Baca juga: Kusta, Penyakit Tropis Terabaikan yang Masih Ada di Indonesia
(mrs/up)












































Duta WHO puji kelompok perawatan diri di Ternate Foto: Reza/detikHealth
Duta WHO Foto: Reza/detikHealth