Pakar tidur dari RS Medistra Jakarta, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT menyebut susah tidur bisa terjadi antara lain karena perubahan pola tidur. Aktivitas sehari-hari yang terlalu padat, kadang ikut berkontribusi.
"Seperti jam kerjanya, jadi kebalik tidur siang malamnya kerja, atau karena hubungan ke luar negeri jadi berantakan," terang dr Rimawati, saat dihubungi detikHealth, Kamis (3/8/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Rima, ada berbagai cara yang bisa dilakukan ketika mengalami susah tidur. Salah satunya adalah menerapkan sleep hygiene. Tempat tidur harus dalam kondisi senyaman mungkin agar lebih mudah terlelap.
Kebiasaan membuka-buka gadget sebelum tidur, perlu ditinggalkan untuk menjaga pola tidur yang sehat. Demikian juga dengan benda-benda atau perangkat lain yang tidak ada hubungannya dengan tidur, sebaiknya dijauhkan agar tidak mengusik pikiran.
Stres karena pikiran tidak tenang, adalah penyebab utama susah tidur. Dan jika telanjur mengalami stres, maka dr Rima menyarankan terapi cognitive behavioral. Jadi tidak perlu buru-buru lari ke obat penenang dengan berbagai efek samping dan risiko kencanduan. Coba dulu cara-cara alternatifnya ya!
Baca juga: Insomnia, Penyakit atau Bukan?
(up/up)











































