Studi yang diterbitkan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention ini menyebutkan wanita pasca menopause dengan riwayat penyakit gusi memiliki peningkatan risiko kanker sebesar 14 persen. Risiko kanker ini bisa terjadi pada beberapa tipe kanker, terutama pada kanker kerongkongan dan kantong empedu.
"Ada pengembangan bukti bahwa penyakit periodontal mungkin beraitan dengan risiko peningkatan kanker," ucap kepala peneliti sekaligus asisten profesor di Universituy of Texas di Houston, Ngozi Nwizu dalam studi yang melibatkan 65.869 wanita pasca menopause di Amerika Serikat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Waduh, Kurang Tidur Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
"Bakteri pada periodontal tertentu terbukti meningkatkan peradangan bahkan dalam jumlah yang kecil. Penting untuk menentukan apakah penyakit periodontal berisiko pada kanker kerongkongan sehingga perlu tindakan pencegahan yang tepat," imbuh Nwizu dikutip dari Indian Express.
Lantas, mengapa kanker terjadi pada perempuan pasca menopause? Menurut Nwizu hal tersebut sesuai dengan waktu dari proses karsinogenesis pada kebanyakan tipe kanker. Di mana proses karsinogenesis membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Maka dari itu, efek buruk dari penyakit gusi terlihat setelah seorang wanita bertambah tua (di usia menopause).
Sementara itu, penelitian dari Jo L Freudenheim, PhD, profesor terkemuka di Department of Epidemiology and Environmental Health dari University at Buffalo's School of Public Health and Health Professions, New York beberapa waktu lalu menyebutkan wanita menopause dengan penyakit periodontal lebih mungkin mengidap kanker payudara. Apalagi jika mereka mempunyai riwayat merokok.
Satu penjelasan yang mungkin untuk menghubungkan antara penyakit periodontal dan kanker payudara adalah bakteri dapat masuk ke dalam sirkulasi tubuh dan akhirnya memengaruhi jaringan payudara.
Baca juga: Makanan Penyebab Kanker yang Perlu Dihindari (up/up)











































