Peneliti melalukan studi dengan melibatkan 7.710 orang yang mengalami stroke dan sebanyak 57,2 persen dari mereka adalah seorang wanita. Studi ini dilakukan selama empat periode dari tahun 1993 sampai 2010 pada lima daerah di Ohio dan kentucky, Amerika Serikat.
Setelah dijabarkan berdasarkan usia dan ras, peneliti yang hasil studinya diterbitkan di Neurology ini menemukan bahwa kejadian stroke pada pria mengalami penurunan menjadi 192 per 100.000 pria di tahun 2010. Sebelumnya pada tahun 1993 sampai 1994, angka kejadian pria terjadi sebanyak 263.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kena Stroke Dua Kali, Pria Ini Masih Bisa Selesaikan Tantangan Lari
Sebagian besar, jenis stroke yang paling umum terjadi adalah stroke iskemik di mana ada penyumbatan pembuluh darah pada otak sehingga darah tidak dapat menyuplai otak dengan baik.
Asisten profesor pengobatan darurat di Brown, dr Tracy E Madsen mengatakan bahwa tidak ada yang mengetahui kenapa kejadian stroke pada wanita tidak berubah. Namun, ada beberapa faktor risiko yang berdampak lebih pada wanita dibandingkan pria, yaitu darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan merokok.
"Mungkin kami tidak mengontrol faktor risiko pada tingkat yang sama pada wanita. Atau mungkin ada perbedaan biologis dalam cara faktor risiko menyebabkan stroke pada pria versus wanita," ucapnya dikutip dari New York Times.
Dalam kasus ini, dr Madsen juga mengatakan bahwa wanita penting mengetahui bahwa dirinya berisiko terhadap stroke yang telah lama dikenal sebagai penyakit pria. "Penting agar wanita mengetahui bahwa mereka berisiko. Stroke telah dianggap sebagai penyakit pria tapi kami bahwa hal ini lebih umum pada wanita dan berisiko tinggi menyebabkan kecacatan dan kematian," pungkasnya.
Baca juga: Efek Penyakit Jantung Ini Tak Diketahui Banyak Pria (up/up)











































