Senin, 28 Agu 2017 08:39 WIB

Pada Orang Dewasa, Steroid Tidak Efektif Obati Infeksi Saluran Napas

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Pada orang dewasa, steroid tidak efektif obati infeksi saluran napas/Foto: thinkstock Pada orang dewasa, steroid tidak efektif obati infeksi saluran napas/Foto: thinkstock
Jakarta - Steroid biasa digunakan untuk mengobati masalah pernapasan. Namun riset terbaru menyebut ia tampaknya tidak efektif untuk infeksi saluran napas orang dewasa.

"Steroid oral dan hirup memang diketahui efektif untuk mengobati asma akut. Tapi tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atau infeksi dada pada orang dewasa yang tidak menderita asma atau penyakit paru kronis karena tidak mengurangi tingkat keparahan gejala," ucap Michael Moore, profesor dari University of Southampton di Inggris.

"Jadi mesti digunakan dengan berhati-hati karena bisa efek samping yang tidak diinginkan," imbuh Moore dikutip dari Indian Express.

Dalam risetnya, peneliti melibatkan 398 orang dewasa non asma dengan infeksi saluran napas akut tapi tidak memiliki pneumonia dan tidak terlalu membutuhkan pengobatan antibiotik. Kemudian, peneliti membagi para responden menjadi dua kelompok secara acak.

Riset yang diterbitkan di jurnal JAMA memberikan kelompok A 40 mg steroid oral 'prednisolne' selama lima hari. Sedangkan kelompok B hanya diberikan plasebo dalam periode waktu yang sama.

Baca juga: Efek Samping Obat Steroid Mengintai Meski Hanya Digunakan Jangka Pendek

Hasilnya diketahui tidak ada perbedaan berarti pada gejala yang dialami oleh dua kelompok pasien. Semuanya tetap mengalami masalah batuk-batuk, gejala utama dari infeksi saluran napas.

Lebih lanjut, Moore menjelaskan bahwa metode alternatif untuk mengobati masalah infeksi saluran napas harus ditemukan. Hal ini untuk mengurangi jumlah penggunaan antibiotik sembarangan yang dapat semakin mendorong resistensi antibiotik pada mikroba.

"Lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mencari pengobatan alternatif lainnya untuk mengatasi resistensi antibiotik yang meningkat. Di sini obat herbal bisa memiliki peran yang potensial," pungkas Moore.

Baca juga: Cara-cara Efektif untuk Cegah Serangan Asma (fds/fds)