Pendidik dan Ulama Punya Peran Penting Sukseskan Imunisasi MR

Pendidik dan Ulama Punya Peran Penting Sukseskan Imunisasi MR

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rabu, 30 Agu 2017 07:35 WIB
Pendidik dan Ulama Punya Peran Penting Sukseskan Imunisasi MR
Pendidik dan ulama berperan penting sukseskan imunisasi rubella/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Imunisasi MR (Measles Rubella) digadang-gadang bisa mengurangi risiko penyakit campak dan rubella yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen nantinya.

Diselenggarakan pada bulan Agustus-September 2017, diharapkan seluruh anak di Pulau Jawa mendapatkan haknya, yaitu imunisasi MR. Memasuki minggu ke-4, ternyata masih banyak penolakan dari para orang tua dengan berbagai alasan.

Lewat berbagai sarana sudah dilakukan untuk menginformasikan pentingnya imunisasi ini. Ditemui di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, MA pun turut menanggapi, karena imunisasi MR adalah hak anak-anak Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang tua sudah semestinya hadir untuk memberikan imunisasi untuk pemenehuan hak anak. Ini penting karena pencegahan ini lebih murah dan efektif dibandingkan dengan anak mengalami dampak dari penyakit MR tentu akan sangat berbahaya krn kecacatan permanen dan seterusnya," ujar Rita, saat ditemui detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: KPAI: Penting Mengedukasi Orang Tua Tentang Imunisasi MR

Selain peran orang tua, menurut Komisioner KPAI, DR Sitti Hikmawatty, SST, Mpd peran para pendidik dan pemuka agama dibutuhkan untuk menyukseskan imunisasi MR ini diberikan ke seluruh anak-anak di Indonesia.

"Sekarang yang belum terjamah ketika dilakukan public concern, di situlah peran dari pemuka agama, pendidik dan seterusnya memberikan penegasan," jelasnya.

Para stake holder ini bisa membuat ketidakyakinan para orang tua berubah. Penjelasan yang baik akan dimengerti dengan baik oleh para orang tua akan risiko yang lebih parah nantinya jika anak tidak diberikan imunisasi MR ini.

"Kalau ini tidak berhasil pada tahun ini, maka efeknya akan terjadi 10 tahun kemudian, dan itu lebih berat lagi untuk individu, keluarga, juga negara yang melakukan tanggungan sosial," pungkasnya.

Baca juga: Kemenkes Optimis Cakupan Vaksin MR di Jawa Capai 95 Persen (wdw/up)

Berita Terkait