Kamis, 31 Agu 2017 18:36 WIB

Sama-sama Bikin Jantung Berdebar, Beda Jatuh Cinta Vs Penyakit Jantung

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jatuh cinta dan sakit jantung memang bikin berdebar., tapi itu beda. Foto: Film Pure Love Jatuh cinta dan sakit jantung memang bikin berdebar., tapi itu beda. Foto: Film 'Pure Love'
Jakarta - Jatuh cinta memang bikin hati berdebar tidak karuan. Ketika melihat pujaan hati berjalan mendekat atau tiba-tiba melambai ke arah Anda rasanya detak jantung semakin cepat.

Tapi awas, ketika jantung berdebar terus menerus bahkan ketika euforia bertemu pujaan hati sudah tidak terasa bisa saja itu pertanda Anda punya masalah pada irama jantung.

Ditemui detikHealth di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (31/8/2017), dr Reynold Agustinus Manullang, SpJP, mengungkapkan perbedaan antara debaran jatuh cinta dan penyakit jantung.

"Tidak semua orang berdebar-debar itu gangguan irama. Tapi ini saat lagi apa (berdebarnya), lagi pacaran atau memang ada sesuatu yg bikin berdebar ga perlu berobat ke dokter," tuturnya yang disambut gelak tawa.

Baca juga: Gangguan Irama Jantung Lebih Cepat atau Lambat Sama-sama Bisa Sebabkan Kematian

Tapi, ketika jantung berdebar diikuti dengan denyut nadi yang meningkat hingga 130-170 per menit Anda harus waspada. Bisa jadi ini adalah pertanda adanya gangguan irama jantung.

Selain itu, beberapa waktu lalu dijelaskan oleh Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), debaran yang patut diwaspadai adalah debaran yang berlangsung panjang dan terus menerus.

"Biasanya berdebarnya itu seperti seakan-akan ada seperti drum yang bertalu," terang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Bisa juga dengan debaran yang skip, artinya debaran tersebut kadang muncul dan kadang bisa hilang. Umumnya gejala ini ditemui oleh kelompok usia 60 tahun keatas. Kadang debarannya juga terasa seperti ada lompatan dalam dada.

Baca juga: Sering Kerja Lembur Risikonya Gangguan Irama Jantung (fds/fds)
News Feed