Pasien Hipertensi Boleh Makan Daging Kok, Begini Aturannya

Pasien Hipertensi Boleh Makan Daging Kok, Begini Aturannya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 01 Sep 2017 14:02 WIB
Pasien Hipertensi Boleh Makan Daging Kok, Begini Aturannya
Pasien hipertensi boleh mengonsumsi daging, tapi tidak secara berlebihan. Foto: thinkstock
Jakarta - Makanan khas Idul Adha memang tiada bandingnya. Bagaimana tidak, olahan daging kambing dan daging lainnya selalu tampak menggiurkan. Namun, orang dengan penyakit hipertensi, asam urat dan tinggi kolesterol biasanya was-was ketika dihadapkan menu tersebut.

Duh, sebenarnya aman tidak ya makan daging kambing? Untuk memastikannya, detikHealth menghubungi Pakar Gizi Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, spesial untuk Anda.

Dikatakan oleh dr Titi, orang dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau asam urat boleh-boleh saja mengonsumsi daging. Hanya saja harus ada batasan yang dipatok agar tidak berlebihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kolesterol atau Asam Urat Tinggi, Bolehkah Makan Daging Kambing?

"Daging nggak boleh banyak tapi, paling nggak 100 gram lah (sehari)," ujarnya yang juga menulis buku 'Terapi Jus Buah & Sayur'.

Meskipun orang-orang dengan masalah serupa tetap mengonsumsi obat-obatan, bukan berarti mereka bisa makan daging sepuasnya. Selain mematok daging tak lebih dari 100 gram per harinya, pastikan juga makanan yang dikonsumsi tetap seimbang.

"Kalo orang hipertensi kan dia minum obat teratur, terus nanti makannya ya tetap seimbang aja. Makan nasinya ada sayurnya ada dagingnya, jadi jangan makan daging semuanya," imbaunya.

Selain itu, dr Titi juga menambahkan bahwa penggunaan kecap bagi pasien hipertensi juga harus dibatasi. Apalagi untuk olahan daging kambing yang banyak menggunakan kecap.

"Kecap garemnya kan tinggi. Walaupun kecap manis, itu garemnya juga tinggi," tutupnya.

Baca juga: Agar Lebih Sehat, Perhatikan Saran Dokter tentang Cara Mengolah Daging Sapi


(wdw/up)

Berita Terkait