Minggu, 03 Sep 2017 09:10 WIB

Hewan Kurban Terinfeksi Cacing dan TB, Amankah Dagingnya Dikonsumsi?

Firdaus Anwar - detikHealth
Potret parasit cacing hati di salah satu hewan kurban. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Jakarta - Beberapa hari usai perayaan Idul Adha muncul sejumlah laporan hewan kurban yang terjangkit parasit cacing hati dan kuman tuberkulosis (TB). Sebagai contoh di Bantul dilaporkan ada 154 hewan yang terinfeksi cacing hati sementara di Trenggalek ada 17 hewan terinfeksi TB.

Cacing hati dan TB keduanya adalah penyakit yang diketahui bisa diderita manusia. Lalu apakah daging dari hewan yang terinfeksi tersebut aman untuk dikonsumsi atau berbahaya?

Baca juga: 79 Ekor Hewan Kurban di Trenggalek Terkena Cacing Hati dan TB

Menurut Sekda DIY, Gatot Saptadi, daging sapi yang ditemukan terkena cacing hati didaerahnya tetap aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut diutarakan atas rekomendasi petugas pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang menyebut hati dari hewan yang terinfeksi cukup dikubur saja.

"Meskipun dalam pemeriksaan Post mortem ditemukan cacing hati, dagingnya tidak membahayakan untuk dikonsumsi," kata Gatot.

Cacing jenis fasciola sp yang teridentifikasi pada hewan di Bantul disebut jarang bermigrasi ke daging.

Sementara itu untuk bakteri tuberkulosisnya spesialis dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan bahwa TB pada sapi berbeda dengan TB pada manusia. Pada sapi bakteri penyebab penyakit adalah jenis Mycobacterium bovis sedangkan pada manusia jenisnya adalah Mycobacterium tuberculosis.

"Aman itu... tidak bisa saling infeksi. Mungkin saja kena tapi tidak menimbulkan TB paru," ujar dr Frans kepada detikHealth dan ditulis Minggu (3/9/2017).

Dokter dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ini menambahkan warga cukup masak daging kurban dengan matang saja maka bakteri akan mati.

"Tetap masak dengan keadaan well done (matang penuh -red) akan membunuh kuman," pungkasnya.

Baca juga: Pentingnya Perlindungan Diri untuk Cegah Penularan Tuberkulosis (fds/up)