Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa suami yang memutuskan untuk di rumah dan tak bekerja berisiko untuk mengalami stres berlebih yang bisa berdampak pada kesehatan. Akibatnya, risiko menderita masalah jantung, penyakit paru-paru kronis, termasuk penyakit maag meningkat.
"Pria yang selama ini meyakini bahwa mereka ditakdirkan sebagai pemberi nafkah mungkin bisa merasa lebih tertekan di hadapan teman sebaya, anggota keluarga, bahkan pasangan dan anak mereka, ketika harus merumahkan diri," kata Deborah Carr, Profesor di Universitas Boston, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip Daily Mail, Rabu (6/9/2017), peneliti mengatakan bahwa beban tersebut dirasakan akibat stigmatisasi bahwa ketika pria tidak lagi bekerja maskulinitas, kepercayaan diri, dan tingkat kompetensi pria akan berkurang.
"Pria yang tidak lagi berperan sebagai pencari nafkah bisa merasa gagal secara profesional atau dalam membina keluarga mereka karena tidak lagi mampu menyokong ekonomi keluarga," kata Carr.
Dampak dari kondisi tersebut, dilanjutkan Carr, bisa mendorong pria untuk mempraktikkan gaya hidup tidak sehat, seperti makan tidak teratur atau memiliki pola makan yang buruk, malas melakukan aktivitas fisik, atau mencoba merokok.
Penelitiannya yang dipublikasikan dalam Journal of Aging and Heath, ini dilakukan setelah mempelajari hampir 1.100 pasangan suami istri selama tiga dekade. Mereka menemukan lebih banyak masalah kesehatan pada suami yang tidak bekerja dan digantikan atau hanya mengandalkan istri yang bekerja.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa wanita yang harus bekerja menggantikan peran suami mereka akan tetap mempertahankan rumah tangga mereka. Sebaliknya, suami lebih menyalahgunakan peran mereka sebagai bapak rumah tangga dan mengurangi kontribusi mereka dalam pekerjaan rumah.
Baca juga: Suami Sudah Berhenti Kerja, Wanita Rentan Stres karena 'Sindrom Pensiun' (up/up)











































