Seperti yang baru-baru ini diketahui terjadi pada seorang pria berusia 22 tahun dari Belgia. Dalam laporan di BMJ Case Reports, sang pria tercakar oleh kucing di rumahnya dan sejak saat itu mengalami gejala yang tak biasa yaitu nyeri di testis dan kesulitan untuk ereksi.
Baca juga: Anjing atau Kucing, Hewan Peliharaan Favorit Bisa Gambarkan Sifat Majikan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika menginfeksi seseorang bakteri Bartonella bisa menyebabkan demam, rasa lelah, sakit kepala, dan pada kasus ekstrem bahkan kematian. Namun jarang infeksi menyebabkan masalah disfungsi ereksi.
Dokter tidak mampu menjelaskan bagaimana bakteri bisa menjadi sumber masalah ereksi. Namun kemungkinan mekanisme biologisnya sama dengan kasus infeksi Bartonella yang pernah tercatat menyebabkan kelumpuhan pada wajah.
Sang pria mendapat terapi antibiotik selama tiga minggu penuh dan pelan-pelan kondisinya membaik. "Gejala penyakit dengan cepat menghilang dan pasien mendapatkan kembali fungsi ereksinya," tulis dokter seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (18/9/2017).
Luka dari cakar atau gigitan kucing memang diperdebatkan lebih berbahaya menimbulkan infeksi dibandingkan anjing. Alasannya karena kucing cenderung menyebabkan luka yang dalam membuat bakteri berkesempatan untuk masuk ke tubuh.
Baca juga: Waspadai Bahaya di Balik Cakaran, Gigitan, dan Jilatan Kucing
(fds/up)











































