Selasa, 19 Sep 2017 19:00 WIB

Tren Memutihkan Gigi dengan Arang Aktif, Baik atau Tidak?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Arang aktif bisa memutihkan gigi/Foto: Instagram/doubletappoke
Jakarta - Tren yang muncul di media sosial yaitu memutihkan gigi dengan arang aktif atau activated charcoal menjadi marak hingga dijualbelikan di beberapa online shop.

Banyak orang yang mengunggah foto yang memperlihatkan hasil dari pemakaian arang aktif ini. Hasilnya memang sungguh menakjubkan, gigi bisa menjadi putih dalam pemakaian 2-3 kali.

Namun, para dokter gigi memperingatkan penggunaannya. Dalam jangka panjang, arang aktif dapat merusak enamel dan menyebabkan erosi pada gigi.

"Saya khawatir tentang efek jangka panjang dari pemakaian itu (arang aktif). Gigi adalah satu-satunya bagian dari ektoderm yang tidak mengisi atau menyembuhkan dirinya sendiri," ujar dr Susan Maples, seorang dokter gigi dari Michigan, Amerika Serikat.

Baca juga: Ketika Arang Aktif Dijadikan 'Odol' untuk Memutihkan Gigi

Dikutip dari Fox News, Selasa (19/9/2017), arang aktif meresap melalui enamel dan masuk ke lapisan dalam gigi yang disebut dentin, hal inilah yang mempengaruhi warna gigi.

Pengguna dan dokter gigi pun tidak tahu seberapa parah suplemen arang yang terkandung di dalamnya, sehingga bisa meninggalkan noda atau bau bau. Bahan ini juga bisa membuat enamel gigi rentan terhadap kerusakan dan erosi, sehingga dapat menyebabkan sensitivitas dan gigi berlubang.

"Bila kamu kehilangan enamel, gigi akan menjadi lebih peka dan berwana lebih gelap," imbuhnya.

Untuk menghindari risiko ini, Maples merekomendasikan untuk memutihkan gigi dengan memilih prosedur perawatan gigi yang sudah terujicoba secara formal yang disediakan oleh dokter gigi profesional.

"Ketakutan saya dengan arang adalah orang akan melakukannya secara berkala akan melihat terlalu banyak erosi," tutupnya.

Baca juga: Marak Dijual Pemutih Gigi Instan, Aman atau Tidak Ya? (wdw/up)