Perempuan berusia 45 tahun ini mengalami fat embolism syndrome. Ini adalah komplikasi langka tetapi sangat berbahaya, dan bisa terjadi setelah operasi.
Dalam sebuah laporan di BMJ Case Reports, disebutkan bahwa embolisme lemak yang dialami pasien ini terjadi karena ada lemak masuk ke pembuluh darah. Sumbatan yang terjadi menyebabkan aliran darah terhambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus ini, perempuan tersebut menjalani sedot lemak di bagian lutut dan kaki bagian bawah. Tujuannya untuk mengurangi gumpalan lemak di bagian tersebut, agar lebih mudah berjalan.
Baca juga: Memahami Sedot Lemak di Ketiak Seperti Dilakukan Chrissy Teigen
Operasinya sendiri berjalan lancar. Namun dalam 40 jam kemudian, dokter mendapati jantung pasien berdebar-debar. Pernapasannya melambat sehingga terjadi penumpukan karbon dioksida (CO2) di darahnya.
Pasien langsung dibawa ke ruang perawatan intensif dan menjalani pemeriksaan untuk memastikan apa yang salah. Selama 12 hari, pasien dirawat di sana. Ia menggunakan ventilator selama 8 hari pertama untuk membantu pernapasannya, dan kini dikabarkan telah pulih.
"Saat ini tidak ada standar emas atau kriteria diagnostik yang tervalidasi untuk fat embolism syndrome," tulis para peneliti dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari Livescience.
Baca juga: Video: A-Z tentang Sedot Lemak Bersama Tompi
(up/up)











































