Lidiane Florencio, peneliti dari Ribeirao Preto School of Medicine, University Sao Paulo, Brazil, mengatakan salah satu penyebab migrain yang sering terlupakan adalah gangguan temporomandibular (TMD) pada rahang.
Baca juga: 10 Fakta Mengejutkan Tentang Migrain
"Penelitian kami membuktikan bahwa pada pasien migrain kronis dengan frekuensi serangan lebih dari 15 kali per bulan, berpeluang 3 kali lipat lebih besar mengalami TMD," ungkap Florencio, dikutip dari EurekAleret!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini dilakukan kepada 85 partisipan yang semuanya mengidap migrain. Hasil penelitian menyebut TMD ditemukan pada 80 persen pasien migrain biasa dan 100 persen pasien migrain kronis.
Melalui penelitian ini, Lidiane menyarankan agar pasien migrain kronis juga diperiksa rahangnya. Jika keluhan TMD bisa ditangani, maka risiko migrain akan kambuh akan turun dengan sendirinya.
"TMD bisa memperparah kondisi migrain pasien, di mana pasien TMD akan mengalami nyeri kepala yang lebih hebat," tutupnya.
Baca juga: Migrain Disertai Vertigo, Tanya Penyakit Apa? (mrs/up)











































