Minggu, 01 Okt 2017 07:35 WIB

Main TTS dan Sudoku Jadi Cara Mira Lesmana Cegah Penyakit Pikun

Erika Kurnia - detikHealth
Agar tidak terkena alzheimer, Mira Lesmana menyempatkan diri bermain teka-teki silang atau sudoku. (Foto ilustrasi: Rachman Haryanto) Agar tidak terkena alzheimer, Mira Lesmana menyempatkan diri bermain teka-teki silang atau sudoku. (Foto ilustrasi: Rachman Haryanto)
Jakarta - Punya hobi bermain TTS (Teka-teki Silang) cara melatih otak yang bisa membantu mencegah penyakit pikun seperti demensia alzheimer. Sutradara Mira Lesmana, yang punya hobi tersebut, pun merasa beruntung karena sampai saat ini masih memiliki hobi tersebut.

Mira Lesmana, yang ditemui dalam konferensi pers pekan alzheimer oleh Alzheimer's Indonesia di Unika Atma Jaya, Jakarta baru-baru ini, mengatakan hobi tersebut ditularkan oleh almarhum ibunya.

"Ibu saya tuh memang suka bermain TTS, bahkan sampai sebelum meninggal belum lama selalu mengingatkan untuk membelikan TTS. Dari situ saya juga hobi main TTS dan Sudoku. Dan setelah tau kalau permainan ini bisa mencegah demensia alzheimer, saya harus coba sesering mungkin bermain itu, di samping terus beruaha untuk hidup teratur," tuturnya.

Baca juga: Mira Lesmana Jadi Peduli Alzheimer setelah Mertuanya Demensia

Mira juga mengaku bersyukur memiliki ibu yang berusia panjang dan selalu melakukan aktivitas untuk melatih memori otaknya.

"Ibu saya punya memori yang baik sekali. Selain selalu mengigatkan saya beli TTS, bahkan nomor telepon orang selalu ia coba hapal sendiri tanpa mencatat. Kebiasaan ini yang ingin saya coba lakukan juga supaya tidak terkena demensi," ungkap Mira.

Baca juga: Yuk, Tingkatkan Kerja Otak dengan Sudoku dan Teka-teki Silang

Menurut penelitian, sering melakukan aktivitas yang mengasah kognitif otak, seperti menghapal, banyak berinteraksi dengan sosial, atau sekedar bermain permainan mengasah otak, adalah cara untuk mencegah demensia alzheimer.

Demensia alzheimer adalah gangguan fungsi otak yang merusak fungsi kognisi sehingga mempengaruhi ingatan baru, sampai perilaku jika sudah terlalu parah.

Penuaan, gaya hidup tidak sehat, kehidupan sosial yang kurang, dan genetik merupakan faktor yang bisa memicu demensia alzheimer, yang kebanyakan dialami lansia, kata dr. Yuda Turana, Pakar Neurologi/Advisor Alzheimer Indonesia.

"Dampak permainan asah otak bisa memberi perbedaan saat lansia. Selain main TTS, untuk mencegah demensia bisa juga dengan melakuan hobi yang lama tidak pernah dilakukan, misal merajut, nyanyi, dance, atau apapun yang disukai. Bisa juga sesederhana jalan pagi secara teratur atau mencoba olahraga yang terprogram," jelasnya pada kesempatan yang sama. (up/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya