"Jadi sebenarnya jantung itu silent killer, jadi kadang-kadang nggak ada gejala apapun, tiba-tiba serangan jantung," demikian kata dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, dokter jantung dari Mayapada Hospital Lebak Bulus.
"Kadang-kadang nggak ketahuan, kadang-kadang orang lagi tidur terus serangan jantung," sambung dr Ayu, sapaan akrabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, menurut ibu dua anak ini, 20 sampai 25 persen orang yang terkena serangan jantung diketahui sesudah meninggal.
Baca juga: Tidak Hanya Nyeri Dada, Ini Ciri Serangan Jantung yang Perlu Anda Tahu
Maka itu, untuk mencegah serangan jantung harus dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu diperlukan juga kesadaran diri dengan memodifikasi gaya hidup dari yang tidak sehat menjadi lebih sehat.
"Makanya tetap harus medical check up, lifestyle harus baik. Karena serangan jantung adalah salah satu penyebab tertinggi sudden death," tegas dr Ayu.
"Dan kalau misalnya memang sudah terdiagnosa jantung koroner maka harus minum obat, olahraga, rutin kontrol, dan menjaga kondisi," pungkasnya.
Baca juga: Wajib Tahu! Begini Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung (hrn/up)










































