Rabu, 04 Okt 2017 08:05 WIB

Pentingnya Menghindari Sinar Ultraviolet Agar Tidak Terkena Katarak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Hindari sinar ultraviolet agar tak kena katarak/Foto: Thinkstock Hindari sinar ultraviolet agar tak kena katarak/Foto: Thinkstock
Jakarta - Setiap tahun pada hari Kamis minggu kedua bulan Oktober diperingati sebagai Hari Penglihatan Sedunia. Semakin meningkatnya tren kebutaan terutama di Indonesia yang penyebab utamanya adalah katarak.

Ditemui dalam temu media pada acara Hari Penglihatan Sedunia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Nila Moeloek SpM(K) mengatakan bahwa sangat penting melakukan tindakan preventif-promotif demi mengurangi tingkkat kebutaan masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh katarak.

"Gangguan penglihatan ini patut kita berikan perhatian, gangguan ini cukup mengganggu dengan cukup tingginya angka kebutaan di Indonesia," ujarnya kepada awak media di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Selasa (3/10/2017).

Baca juga: Mengenal Gejala Katarak pada Bayi yang Dialami Anak Asri Welas

Sementara itu, Ketua PP Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), dr M. Sidik, SpM(K) juga mengatakan bahwa penyakit katarak ini cenderung melanda orang dengan usia di atas 50 tahun. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini juga bisa menyerang orang dengan usia lebih muda.

"Dihitung secara jumlah populasi penduduk di Indonesia itu ada sekitar 360 juta-an dengan orang buta hampir 1,1 juta, dan katarak sebagai penyebabnya adalah 80 persen jadi sekitar 900 ribu-an menderita katarak saat ini," jelasnya usai acara yang sama.

dr Sidik memperingatkan bahwa penyakit ini paling banyak disebabkan karena paparan sinar ultraviolet (sinar UV) yang berlebihan, sehingga membuat lensa mata menjadi terhalang dan lama kelamaan dapat menyebabkan kebutaan.

"Penyebabnya kan diduga karena sinar ultraviolet, jadi hindarilah sinar ultraviolet pada saat kita masih muda gini, kan itu proses yang berlangsung perlahan-lahan. Saat kita muda, kita sering terpapar ultraviolet, kita pakai pelindung, entah kacamata yang mengandung filter UV, atau topi yang bisa menyaring sinar matahari," saran dr Sidik.

Cara tersebut memang tidak 100 persen dapat mencegah terjadinya katarak, namun bisa memperlambat munculnya penyakit yang menyebabkan kebutaan tersebut.

Baca juga: Belum Berusia Satu Tahun Bayi Asri Welas Dioperasi Katarak, Tepatkah?


(wdw/up)
News Feed