Seperti yang dituturkan dokter spesialis kulit, dr Yetti N. Affandi, SpKK(K), ketika terlalu keras mengerok akan menimbulkan lecet atau iritasi pada kulit tersebut.
"Itu bisa kena lapisan kulit yang paling dalam yang ada pembuluh darahnya," ujarnya saat dihubungi detikHealth, Kamis (5/10/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapisan kulit terbagi menjadi tiga lapisan, seharusnya kerokan hanya mengenai lapisan yang paling luar saja. Namun jika terlalu dalam bisa mengenai kulit lapisan terdalam.
"Seandainya ada yang terkelupas, itu hanya kulit ari atau kulit mati saja yang akan ikut terkerok, enggak sampai kena pembuluh darah. Makanya jangan terlalu keras," jelasnya.
Sementara itu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Isman Firdaus, SpJP, MD menegaskan bahwa bahaya dari kerokan yang terlalu keras dapat membuat pembuluh darah melebar dan terjadi kerusakan, yaitu pecahnya pembuluh darah mikro.
"Dengan adanya kerusakan itu, akan menurunkan antibodi, menimbulkan inflamasi atau peradangan di kulit," imbuh dokter yang praktik di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.
Baca juga: Dikerok Bukan Mengeluarkan Angin, Tapi Panas Tubuh
(wdw/up)











































