Jumat, 06 Okt 2017 17:43 WIB

Dokter Angkat 100 Potong Besi dari Perut Pria Pengidap Psikosis

fds - detikHealth
100 Potong Besi ditemukan dari perut pria pengidap psikosis. Foto: BMJ Case Reports
Jakarta - Seorang pria berusia 52 tahun menjalani hingga empat kali operasi untuk mengeluarkan setumpuk benda metal yang tersangkut di perutnya. Ia diketahui memiliki kondisi psikosis (gangguan mental) dan punya kecenderungan untuk tidak sengaja menelan benda-benda metal.

Dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports, hasil rontgen di perut menunjukan jelas benda-benda mulai dari baut, sekrup, koin, pisau, paku, hingga gagang sendok. Dalam dunia medis tumpukan benda yang tidak dapat dicerna sempurna oleh perut itu disebut bezoar.

Baca juga: Benda-benda Tak Lazim yang Pernah Masuk Tubuh Secara 'Misterius'

Pada kasus sang pria bezoar metal diperutnya sangat besar sehingga menghalangi kerja sistem pencernaan. Lambung jadi tidak bisa mengosongkan isinya.

Selama lima kali dalam lima tahun sang pria bolak-balik ke rumah sakit mengeluh sakit perut, mual, dan muntah darah. Empat dari lima kali kunjungan dokter harus melakukan operasi untung mengangkat potongan metal yang bila dijumlahkan totalnya sudah 100 buah.

Foto yang dipublikasi oleh para dokter menunjukkan beberapa contoh barang metal sudah berubah warna kecoklatan seperti karat.

dr Steven Moss dari Warren Alpert School of Medicine of Brown University mengatakan kecenderungan untuk menelan benda metal lebih umum terjadi pada orang-orang dengan psikosis atau pada tahanan yang ingin mencari perhatian. Apa alasannya belum diketahui pasti.

"Tidak ada yang betul-betul paham," kata dr Steven seperti dikutip dari Live Science, Jumat (6/10/2017).

Namun biasanya bila ada kasus menelan metal, dokter tidak perlu operasi hanya lewat endoskopi saja mengambil benda tersebut dan mengeluarkannya lewat mulut. Oleh karena itu kasus sang pria kali ini dianggap luar biasa karena begitu banyak benda yang ia telan.

Baca juga: Pria Asal Situbondo Telan Benda Tajam Akibat Gangguan Jiwa? Ini Komentar Psikiater (up/up)