Rabu, 11 Okt 2017 08:30 WIB

Makan Seblak dan Radang Usus Buntu, Apa Hubungannya Ya? Yuk Tanya Dokter

Suherni Sulaeman - detikHealth
Ilustrasi seblak (Foto: detikFood)
Jakarta - Baru-baru ini beredar informasi tentang seorang anak yang mengalami peradangan usus buntu. Diduga akibat kerupuk kenyal dalam seblak.

Menanggapi hal ini, dr Kevin William Hutomo, dokter umum dari RS Permata Depok mengatakan bahwa bisa jadi kerupuk yang ada pada seblak tersebut memang benar menjadi faktor penyebab peradangan usus buntu. Tapi tentu saja ada banyak faktor, dan tidak bisa serta merta menyalahkan makanan tersebut.

"Nggak melulu memang penyebabnya si kerupuknya itu. Tapi bisa saja si kerupuk yang dikonsumsi itu kan akhirnya akan membuat fekal atau kotoran menjadi lebih keras," kata dr Kevin, demikian ia disapa.

Baca juga: Kerupuk Seblak Picu Radang Usus Buntu? Ini Kata Dokter Pencernaan

Dikatakan dr Kevin, usus buntu sebenarnya memiliki koneksi atau sambungan ke usus besar. Pada saat di bagian usus yang terkoneksi atau tersambung ke usus buntu tersebut, terdapat seperti lubang kecil. Nah di bagian tersebut biasanya kerap terjadi sumbatan.

"Oleh karena ada sumbatan itu terjadilah, mungkin ada bakteri di situ, ada kuman-kumannya akhirnya terjadi peradangan di usus buntunya," ujar dr Kevin kepada detikHealth.

Apakah kerupuk yang menjadi penyebab usus buntu, dr Kevin pun meragukan. Namun menurutnya banyak faktor risiko lain yang menyebabkan usus buntu, di antaranya gaya hidup yang kurang baik, pola makan, gemar makan pedas dan kurang konsumsi serat seperti sayur dan buah.

Baca juga: Jangan Lupa Mengunyah Saat Makan! Sekalipun Hanya Kerupuk Seblak

"Tapi misalnya nggak pedas tapi sering makan mi atau jarang makan serat-serat, sayur dan buah. Bisa saja membuat kotoran menjadi lebih keras sehingga membuat sumbatan di daerah tempat pintu masuk usus buntu itu dari usus besar," pungkas pemilik akun Instagram @kboele.

Ilustrasi gerobak seblakIlustrasi gerobak seblak Foto: detikFood


Selain itu, faktor kebersihan pun bisa jadi faktor risiko terjadinya usus buntu. Hanya saja yang paling memungkinkan adalah kotoran dari sisa-sisa makanan yang dimakan. Apabila fekal atau feses mengeras tentu menyebabkan sumbatan di daerah usus buntu.

"Nah pada saat kotoran lewat, kan sebelum dikeluarkan melalui anus kan sisa-sisa makanan standby di usus besar. Nah itu di daerah tempat saluran usus buntu bisa terjadi sumbatan oleh karena fekal yang keras itu," imbuh dr Kevin.

Baca juga: Seblak Picu Radang Usus Buntu? Dokter Kaitkan dengan Kebersihan

(hrn/up)