Berbagai Hal yang Pernah Memicu Kematian dalam Sepakbola

Berbagai Hal yang Pernah Memicu Kematian dalam Sepakbola

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 16 Okt 2017 09:45 WIB
Berbagai Hal yang Pernah Memicu Kematian dalam Sepakbola
Bintang sepakbola Fernando Torres sempat cedera dan dilarikan ke rumah sakit. (Foto: REUTERS/Miguel Vidal)
Jakarta - Kematian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda mengingatkan bahwa sepakbola adalah salah satu olahraga dengan risiko tinggi. Olahraga ini dibayangi risiko kematian karena berbagai sebab.

Belum ada informasi detail tentang penyebab kematian Choirul Huda dalam laga melawan Semen Padang FC yang lalu. Namun disebutkan, Huda mengalami trauma di kepala dan rahang. Ia meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Trauma akibat benturan sangat umum terjadi dalam sepakbola, dan menempatkan olahraga ini sebagai salah satu olahraga paling berbahaya. Cedera muskoskeletal, yang berhubungan dengan tulang dan otot, adalah yang paling umum terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada anak dan remaja, Safe Kids Worldwide mencatat 104.190 kasus gawat darurat terkait sepakbola sepanjang 2011. Sebanyak 13 persen cedera yang terjadi disertai dengan tidak sadarkan diri.

Baca juga: Mengapa Cedera Seperti yang Dialami Choirul Huda Bisa Fatal?

Risiko kematian lain yang juga mengintai di atas lapangan hijau adalah serangan jantung. Gerakan-gerakan dalam sepakbola yang eksplosif dan dengan intensitas tinggi membuat jantung harus bekerja keras memompa darah, menyuplai gula dan oksigen ke otot-otot tubuh.

Dalam sepakbola, kematian akibat serangan jantung antara lain menimpa Cheick Tiote, mantan gelandang Newcastle United yang belakangan memperkuat klub Beijing Enterprises. Ia pingsan lalu meninggal dalam salah satu sesi latihan, diduga kuat karena serangan jantung.

Baca juga: Eks Gelandang Newcastle Cheick Tiote Kolaps, Serangan Jantung? (up/fds)

Berita Terkait