Selain sepsis, ternyata ada beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah terkena gigitan anjing. Yuk simak rangkuman detikHealth di sini.
1. Rabies
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit rabies disebabkan oleh lyssa virus dari golongan Rhabdovirus yang terdapat dalam air liur hewan penular rabies. Bentuknya seperti peluru dan ukurannya sangat kecil, tidak bisa dilihat oleh mata biasa.
"Rabies ditularkan melalui gigitan, cakaran, dan jilatan hewan penular rabies yang menderita rabies, dimana virus rabies terdapat pada air liur hewan penular rabies," tulis Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, dalam rilis Hari Rabies Sedunia pada September silam.
Baca juga: Anjing Choi Siwon Sebabkan Kematian CEO Restoran, Rabies Penyebabnya?
2. Tetanus
Banyak orang yang kerap mengaitkan tetanus dengan infeksi yang disebabkan oleh benda-benda logam berkarat, nyatanya itu bukanlah penyebab utama. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk melalui luka yang terbuka.
Pengobatan penyakit ini adalah dengan pemberian obat anti tetanus serta antibiotin untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut di dalam tubuh.
Tetanus adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian setelah digigit anjing Foto: Thinkstock |
3. Sepsis
Pada kasus gigitan anjing, salah satu penyebab terjadinya sepsis adalah bakteri Capnocytophaga canimorsus. Bakteri ini akan yang menyerang pembuluh darah dan bisa mengakibatkan komplikasi serius.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di The Centre for Public Health and Zoonoses, Universitas Guelph, di Canada, ada 16 persen anjing membawa bakteri C. canimorsus di mulut mereka.
Bukan hanya karena digigit, dijilat anjing yang memiliki bakteri tersebut di mulutnya juga bisa sebabkan sepsis. Bakteri tersebut akan masuk ke dalam lapisan kulit, apalagi jika kulit mengalami luka.
Baca juga: CEO Restoran yang Digigit Anjing Choi Siwon Dikabarkan Terkena Sepsis
4. Kematian
Orang yang tergigit anjing dan muncul infeksi, jika tidak segera diberi pengobatan akan menimbulkan infeksi yang lebih parah. Seperti infeksi pada lapisan bagian dalam jantung (endokardium), infeksi pada mata, dan infeksi pada bagian tubuh lainnya.
Semakin lama didiamkan, maka kemungkinan kehilangan nyawa semakin besar terjadi. Sebaiknya, bila tergigit anjing segera cuci luka dan beri antiseptik.
"Pertama ada prosedur Post-exposure Treatment (PET). Cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau deterjen pada air mengalir minimal 15 menit, lalu diberi antiseptik seperti obat merah dan sejenisnya," saran Prof Tjandra. (wdw/up)












































Tetanus adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian setelah digigit anjing Foto: Thinkstock