Selasa, 24 Okt 2017 16:35 WIB

Waspada! Hal-hal Ini Bisa Jadi Gejala Stroke yang Terabaikan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Benny sebelumnya sudah pernah tiga kali mengalami stroke. (Foto: Twitter Panbers)
Jakarta - Benny Panjaitan, pentolan grup musik Panbers meninggal dunia karena terserang stroke. Pihak keluarga mengatakan mendiang Benny sebelumnya sudah tiga kali mengalami stroke.

Stroke sering disebut sebagai the silent killer karena dianggap tak bergejala namun ketika menyerang langsung berakibat fatal. Padahal menurut pakar, stroke bukannya tidak bergejala, namun gejalanya sering terabaikan.

Baca juga: Stroke Berulang Picu Kematian? Ini Alasannya

"Stroke sangat menakutkan karena ketika saya berbicara kepada pasien, banyak dari mereka yang mengetahui gejala stroke dan mengalaminya, namun tidak mencari pengobatan karena dianggap akan berlalu dengan sendirinya," ungkap Carolyn Brockington, MD, Direktur Mount Sinai Stroke Center, New York City, dikutip dari berbagai sumber.

Dikatakan Carolyn, penglihatan kabur, diikuti dengan perasaaan pusing dan mata yang lelah tergolong gejala stroke akibat kurangnya pasokan oksigen ke mata. Namun masalah ini kerap diabaikan dan dianggap muncul karena terlalu lelah atau pengaruh usia.

Selain mata, gejala stroke yang sering diabaikan lainnya adalah sering kesemutan dan perasaan kebas di tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena berkurangnya pasokan darah akibat pembuluh darah yang tersumbat.

"Jika ini terjadi berulang, harusnya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Namun sekali lagi, orang-orang menyepelakannya dan mengira kebas dan kesemutan terjadi hanya karena lelah," ujarnya.

Berbagai mitos dan fakta seputar stroke bisa disimak dalam video Bincang Sehat berikut ini:

Hal senada pernah diungkapkan oleh Prof Moh. Hasan Machfoed, MD, MSc, PhD, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Gejala stroke yang sering terjadi namun telat ditangani di antaranya cara bicara yang menjadi cadel, serta penurunan fungsi gerak tangan dan kaki.

Selain itu, bisa juga terjadi penurunan fungsi gerak pada tangan dan/atau kaki sebelah kanan atau kiri. Kemampuan bicaranya juga bisa menjadi menurun, bahkan bisa sampai tidak mampu bicara yang jelas sama sekali.

"Saat diajak bicara, orang itu juga biasanya akan mengalami penurunan konsentrasi dan cenderung tidak fokus," ujar Prof Hasan, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Adakah Kaitan Jatuh di Kamar Mandi dengan Stroke? Tanya Dokter Yuk (mrs/up)