Rabu, 25 Okt 2017 15:31 WIB

Hati-hati Skoliosis Bagi yang Suka Pakai Tas Selempang

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Hati-hati skoliosis bagi Anda yang gemar memakai tas selempang. Foto: ilustrasi/thinkstock Hati-hati skoliosis bagi Anda yang gemar memakai tas selempang. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Skoliosis merupakan salah satu masalah tulang belakang yang sebenarnya cukup sering dialami orang. Secara umum skoliosis sendiri dibagi menjadi dua yakni postural dan struktural. Nah, yang dimaksud dengan postural ini adalah skoliosis yang terjadi karena kebiasaan-kebiasaan yang bisa mempengaruhi postur tulang.

Ditemui detikHealth di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017), dr Didik Librianto, SpOT (K) Spine dari Rumah Sakit Pondok Indah Group menyebutkan beberapa kebiasaan yang mengarah pada masalah tulang belakang tersebut. Ternyata kebiasaan ini umumnya adalah kebiasaan yang sering kita anggap sepele.

"Misalnya, kalau di kantor kita kan suka duduk miring-miring tuh, itu juga salah satu yang bisa menyebabkan skoliosis postural," jelas dokter yang merupakan anggota Cervical Spine Research Society tersebut.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Skoliosis

Selain itu, kebiasaan membawa tas selempang yang berat juga bisa menyebabkan masalah pada tulang belakang. Biasanya ini terlihat dari ciri seperti pundak yang mulai tinggi sebelah.

"Maka dari itu jangan membawa tas yang terlalu berat. Untuk mengetahui berat tas yang normal adalah 1/10 dari berat badan," imbau dokter yang akrab dengan sapaan dr Didik.

Posisi saat tidur juga berperan lho dalam terbentuknya skoliosis postural. Bagi Anda yang suka tidur tengkurap mulai sekarang hindari ya posisi tidur seperti itu. Akan lebih baik untuk tidur dengan posisi terlentang.

Namun jangan khawatir, umumnya pasien skoliosis postural apalagi yang masih dengan sudut ringan (di bawah 20 derajat) kemungkinan untuk kembali normal masih bisa terbuka lebar. Kuncinya adalah olahraga dengan berenang, yoga, pilates atau stretching yang juga bisa meredakan rasa nyeri.

Baca juga: Mengenal Skoliosis, Kelainan Tulang Belakang yang Banyak Menyerang Remaja (ajg/up)