Kamis, 26 Okt 2017 12:05 WIB

Isu Hoax Banyak Makan Mi Sebabkan Penyumbatan Usus

Firdaus Anwar - detikHealth
Dalam pesan disebut bahwa ini adalah mi yang tersumbat di usus. (Foto: Facebook) Dalam pesan disebut bahwa ini adalah 'mi' yang tersumbat di usus. (Foto: Facebook)
Jakarta - Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial pesan singkat disertai video yang menunjukkan apa yang tampak seperti mi dikeluarkan dari usus. Narasi yang menyertainya menyebut bahwa video diambil oleh seorang dokter bernama Harish Shukla dari Apollo Hospitals dan menunjukkan sebuah kasus penyumbatan usus.

"Penyumbatan usus karena konsumsi mi diangkat melalui operasi. Sangat menyeramkan. Tolong sebarkan tunjukkan ini ke anak-anak terutama anak kecil," tulis pesan tersebut.

Pencarian di Facebook menunjukkan banyak orang membagikan pesan mi sebabkan usus tersumbat.Pencarian di Facebook menunjukkan banyak orang membagikan pesan mi sebabkan usus tersumbat. (Foto: Facebook)


Baca juga: Kebiasaan Makan Mi Instan yang Tidak Sehat Menurut Pakar

Menurut penelusuran yang dilakukan oleh grup Indonesian Hoaxes, sebelum pesan penyumbatan usus oleh mi viral sudah ada video serupa yang dipublikasi pada tahun 2013 lalu. Hanya saja video memiliki keterangan operasi pengangkatan cacing parasit.

"Setelah dilakukan penelusuran ditemukan jika video yang berdurasi 1:16 itu bukanlah video operasi penyumbatan atas mie atau Spaghetti, melainkan operasi diangkatnya intestinal parasite (parasit usus)," tulis Indonesian Hoaxes seperti dikutip pada Kamis (26/10/2017).

Bukan mi yang dikeluarkan melainkan cacing parasit.Bukan mi yang dikeluarkan melainkan cacing parasit. Foto: Facebook


Ahli pencernaan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan bahwa mi dan sejenisnya merupakan bahan makanan yang mengandung tepung, lemak, dan protein. Oleh karena itu tentunya mi akan hancur bila dicerna.

Hanya saja memang seseorang tidak disarankan mengonsumsi mi terlalu sering karena gizinya yang tidak sempurna seperti diutarakan oleh pakar gizi teknologi pangan Profesor Made Astawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca juga: Tanggung Sendiri, Ini Risiko Mengonsumsi Mi Instan Berlebihan (fds/up)