Kamis, 02 Nov 2017 07:40 WIB

Bicara Pelo Pasca Stroke Masih Bisa Ditangani dengan Cara Ini

Suherni Sulaeman - detikHealth
Bicara pelo atau cadel pasca stroke bisa ditangani dengan cara speech theraphy/Foto: ilustrasi/thinkstock Bicara pelo atau cadel pasca stroke bisa ditangani dengan cara speech theraphy/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Stroke identik dengan cacat di bagian tubuh, salah satu risikonya adalah cadel atau gangguan berbicara sehingga pasien kesulitan untuk berbicara, bahkan sulit makan maupun minum. Lantas memungkinkankah kembali normal?

Seperti yang disampaikan oleh dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, atau yang akrab disapa dr Ryu, dokter spesialis bedah saraf dari Mayapada Hospital, cadel atau gangguan bicara pada stroke terjadi karena terserangnya saraf pusat otak, yang biasa disebut dengan istilah afasia.

"Afasia itu adalah kegagalan atau kesulitan kemampuan berbicara. Afasia itu ada dua macam, yang satu afasia motorik yang kedua afasia sensorik," terang dr Ryu kepada detikHealth.

Baca juga: Latihan Bicara untuk Penderita Stroke

"Yang namanya afasia motorik itu betul-betul nggak bisa ngomong, lupa caranya ngomong. Afasia sensorik itu dia tahu tentang benda-benda ini, tapi begitu keluar katanya-katanya itu beda. Misal dia tahu ini handphone tapi begitu keluar bilang lemper," terangnya lagi.

Lebih lanjut dr Ryu mengatakan, meski tak akan pernah kembali normal lagi, tapi masih mungkin untuk diatasi dengan terapi bicara, yakni fisioterapi maupun speech therapy.

"Pelan-pelan diobati dengan fisioterapi, speech theraphy, latihan ngomong ya dekat-dekat seperti sebelum sakit. Bisa," pungkas dr Ryu.

Baca juga: Cadel, Susah Menelan dan Otot Lemah Karena Miastenia Gravis (hrn/up)
News Feed