Dikutip dari Aol.com, Rabu (1/11/2017), penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menyatakan bahwa gula dapat merangsang pertumbuhan tumor.
Sel non-kanker di dalam tubuh mendapatkan energi dengan repirasi anaerob, yaitu sebuah proses yang melibatkan pemecahan makanan dengan membutuhkan oksigen dan kemudian melepaskan karbondioksida. Sedangkan sel kanker mendapatkan energi dari fermentasi gula, atau dalam ilmu biologi disebut 'efek Warburg'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kecanduan Gula Bikin Orang Lebih Pilih Makan Kue Daripada Bercinta
"Konsumsi gula hiperaktif dari sel kanker mengarah stimulasi lanjutan pengembangan dan pertumbuhan kanker," kata salah satu peneliti yang juga seorang profesor biologi molekuler di Katholieke Universiteit Leuven Belgia, Johan Thevelein.
Para peneliti memperingatkan untuk membatasi konsumsi gula. Walau bukan menjadi penyebab utama dari pertumbuhan tumor dan kanker, konsumsi gula yang berlebih tetap membahayakan tubuh.
Selain membahayakan kesehatan tubuh, berlebihan mengonsumsi gula juga dapat memengaruhi kesehatan jiwa. Menurut peneliti dari University College London, konsumsi gula dalam jumlah tinggi dapat menurunkan kadar 'brain derived neurotrophic factor' (BDNF), protein yang membantu perkembangan sel-sel otak. Penurunan kadar protein ini juga bisa memicu peradangan yang sering dikaitkan dengan gejala depresif.
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga dapat mengganggu respons insulin dalam tubuh seseorang, yang berakibat pada gangguan hormonal serta mood.
Baca juga: Terlalu Manis Tak Baik untuk Kesehatan Jiwa
(wdw/up)











































