Kamis, 02 Nov 2017 12:04 WIB

6 Alasan Mengapa Kamu Jadi Lebih Sering Buang Air Besar

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Lebih sering buang air besar bukan selalu karena infeksi virus dan bakteri. Foto: thinkstock Lebih sering buang air besar bukan selalu karena infeksi virus dan bakteri. Foto: thinkstock
Jakarta - Lebih sering mondar-mandir buang air besar? Selain karena paparan bakteri dan virus, ternyata ada hal lainnya lho yang buat frekuansi buang air kamu bertambah.

Berikut adalah kemungkinan yang jadi sumber masalah pencernaanmu, dikutip dari Women's Health, Kamis (2/10/2017). Hmm apa saja ya? Cek selengkapnya di bawah ini.

1. Makan lebih sehat

Saat kamu beralih memakan makanan yang lebih sehat dari biasanya dengan konsumsi sayur dan buah yang kaya serat maka kemungkinan untuk buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya dapat saja terjadi, demikian disampaikan Rudy Bedford, M.D., gastroenterologis di Providence Saint John's Health Center, Santa Monica, California.

2. Infeksi perut

Entah virus atau bakteri bisa saja menginfeksi perut sehingga kamu menjadi terus menerus pergi ke kamar mandi. Jika kondisi tidak kunjung membaik hingga kotoran kamu berdarah atau sudah tidak padat lagi, segera periksakan diri ke dokter.

3. Olahraga makin sering

Olahraga meningkatkan kontraksi otot pada usus besar sehingga bekerja dua kali lebih keras dari biasanya menurut Bedford. Karena itulah saat sembelit, dokter menyarankan untuk berolahraga dengan rajin.


Baca juga: Diare Karena Gastroenteritis, Tidak Cukup dengan Minuman Elektrolit


4. Iritasi usus

Kyle Staller, M.D., gastroenterologis dari Massachusetts General Hospital mengatakan sindrom iritasi usus merupakan salah satu alasan lainnya, dan biasanya masalah ini terjadi pada wanita muda. Ciri gangguan usus ini seperti adanya rasa sakit di perut, kembung, dan kram, dan juga diare.

5. Stres

"Banyak orang yang jadi lebih sering bab karena sedang stres," ujar Staller. Ya, buang air besar memang bisa dipicu karena adanya rasa stres. Jika kamu merasa banyak pikiran, alihkan dengan sedikit meditasi dan yoga.

6. Mendekati menstruasi

Perubahan hormon progesteron pada siklus haid dapat mempengaruhi seberapa sering seorang wanita buang air besar dan menurut Staller ini adalah hal yang normal terjadi.

Baca juga: Pengobatan yang Tepat untuk Diare (up/up)
News Feed