Kamis, 02 Nov 2017 14:07 WIB

Studi: Konsumsi Makanan Pedas Dapat Kurangi Ketergantungan Garam

Firdaus Anwar - detikHealth
Makanan pedas menurut studi dapat membuat lidah lebih sensitif terhadap rasa asin. (Foto: iStock) Makanan pedas menurut studi dapat membuat lidah lebih sensitif terhadap rasa asin. (Foto: iStock)
Jakarta - Orang yang senang mengonsumsi garam berlebih berisiko untuk mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) beserta penyakit yang menyertainya. Oleh karena itu para ahli kesehatan selalu mengingatkan agar konsumsi garam selalu dijaga tidak lebih dari lima gram atau setara dengan satu sendok teh per hari.

Meski mungkin masih sedikit orang yang betul-betul mengikuti saran kesehatan tersebut, ada cara yang dilihat studi dapat membuat orang mengurangi konsumsi garam. Sekelompok peneliti dari Third Military Medical University melihat mereka yang senang mengonsumsi pedas rata-rata konsumsi garamnya lebih rendah dari mereka yang makan makanan biasa.

Baca juga: Tuli Sesaat Setelah Makan Makanan Pedas? Ini Alasannya

Dipublikasi dalam jurnal Hypertension orang yang senang makanan pedas rata-rata mengonsumsi 10,3 gram per hari. Sementara itu orang yang mengonsumsi makanan biasa rata-rata konsumsi garamnya 13,4 gram per hari.

Salah satu peneliti Dr Zhiming Zhu mengatakan mengapa hal ini terjadi kemungkinan karena senyawa capsaicin yang ada pada cabai membuat lidah lebih sensitif terhadap rasa asin. Pemeriksaan pada bagian otak partisipan memang menemukan bahwa area otak yang bereaksi terhadap rasa asin dan pedas sama.

"Studi kami menunjukkan kegemaran mengonsumsi makanan pedas jadi hal yang cukup penting untuk mengurangi konsumsi garam dan tekanan darah. Tidak peduli jenis makanannya dan jumlahnya," kata Zhiming dikutip dari Reuters, Kamis (2/11/2017).

"Kami menyarankan agar orang-orang menikmati makanan pedas sehari-hari semampu yang mereka bisa toleransi," lanjutnya.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Makan Pedas (fds/up)
News Feed