Senin, 06 Nov 2017 12:15 WIB

Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Jika Minum 2 Kaleng Soda dalam Sepekan

Suherni Sulaeman - detikHealth
Dua kaleng soda setiap pekan berisiko diabetes dan hipertensi/Foto: Getty Images Dua kaleng soda setiap pekan berisiko diabetes dan hipertensi/Foto: Getty Images
Jakarta - Sebagian orang tentu gemar minum minuman bersoda. Apalagi ketika cuaca panas, rasanya pas menenggak minuman ini dengan berbagai varian rasa. Namun ingat, untuk tidak minum dalam jumlah berlebihan karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Pasalnya, sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the Endocrine Society mengemukakan bahwa minum dua kaleng soda setiap pekan bisa meningkatkan berbagai risiko, salah satunya diabetes tipe dua. Terbukti amat berkaitan karena minuman manis ini menyebabkan obesitas dan jika dikonsumsi selama 10 minggu menunjukkan penurunan sensitivitas insulin sebesar 17 persen.

Selain itu, jika minum setidaknya satu minuman soda setiap hari dikaitkan pula dengan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sebuah kaleng coca-cola 12 ons disebut peneliti mengandung 39 gram gula pasir dan 140 kalori.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Ada Jenis Minuman Bersoda yang Bisa Lancarkan BAB

"Konsumsi minuman manis gula terus meningkat di antara semua kelompok usia di seluruh dunia. Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar studi epidemiologi menunjukkan dengan kuat bahwa asupan minuman ini sering menyebabkan timbulnya sindrom metabolik, diabetes dan hipertensi," kata Profesor Faadiel Essop, salah satu peneliti dari Stellenbosch University di Afrika Selatan, dikutip dari Hindustan Time.

"Kelebihan konsumsi gula telah muncul sebagai salah satu perubahan pola makanan global yang paling menonjol dalam beberapa dekade terakhir dan dianggap sebagai pendorong utama terjadinya penyakit kardiometabolik," tambah Profesor Essop.

Berdasarkan temuan ini, ia pun menyimpulkan bahwa sangat jelas butuhnya edukasi masyarakat tentang efek berbahaya dari konsumsi berlebih minuman manis. Ditambah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan enam tahun yang lalu bahwa penyakit kronis menimbulkan risiko kesehatan lebih besar daripada penyakit menular.

Baca juga: Minuman Pengganti Soda yang Lebih Sehat (hrn/up)