Rabu, 08 Nov 2017 13:35 WIB

Dokter: Butuh Puluhan Sachet Obat Batuk Baru Bisa Halusinasi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Dokter jiwa mengomentari seputar penggunaan obat batu yang disebut-sebut bisa menyebabkan halusinasi. Simak penjelasannya berikut ini. Foto: ilustrasi/thinkstock Dokter jiwa mengomentari seputar penggunaan obat batu yang disebut-sebut bisa menyebabkan halusinasi. Simak penjelasannya berikut ini. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pernyataan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan yang melarang obat batuk dijual bebas dan eceran menjadi perhatian. Obat batuk disebut mengandung dextrometrofan yang rentan disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi.

dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan bahwa memang dextrometrofan memiliki efek samping, namun hanya sebatas bikin mengantuk. Butuh dosis banyak sebelum destrometrofan bisa menimbulkan efek samping parah seperti halusinasi.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Obat Dextro Tunggal Diminum Saat Tidak Batuk

"Kalau dosis yang ada di kemasan obat batuk biasanya aman, paling-paling bikin nhantuk saja, itu efek samping biasa. Nah, masalahnya ini kan digunakan berlebihan, kalau berlebihan ini untuk mencapai efek halusinasi nggak cukup satu sachet, butuh puluhan sachet baru bisa dapat efek seperti itu," ungkap dr Andri kepada detikHealth.

Kasus penyalahgunaan obat batuk baru-baru ini terjadi di Jember, Jawa Timur. 3 Orang pelajar SMK ditangkap setelah kedapatan menggunakan obat batuk untuk mabuk dan mendapatkan efek halusinasi.

Dari mereka, polisi mengamankan 20 sachet sirup obat batuk, 10 bungkus kosong, dan segelas air mineral yang sudah dicampur obat batuk. Modus pemakaiannya adalah mencampurkan puluhan sachet sirup obat batuk ke dalam botol air mineral dan diminum beramai-ramai.

dr Andri mengatakan konsumsi dextrometrofan secara berlebihan, bahkan hingga berpuluh-puluh sachet, tidak hanya bisa menyebabkan halusinasi. Penggunanya juga mengalami euphoria dan agitasi sehingga rentan disalahgunakan.

Maka dari itu, pengawasan peredaran obat batuk yang mengandung dextrometrofan memang harus diperketat, dengan hanya dijual di apotek dan dibeli dengan resep dokter.

"Obat ini kan bermanfaat, jadi jangan obatnya dilarang. Tapi apapun jika dikonsumsi berlebihan pasti menimbulkan masalah. Makanya pengawasannya harus diperketat dengan hanya dijual di apotek dan harus dengan resep dokter," tuturnya.

Baca juga: Obat Batuk Dibuat Mabuk, Tiga Pelajar ini Diamankan

(mrs/fds)
News Feed