Rabu, 08 Nov 2017 19:35 WIB

Muncul Virus Langka di Uganda, Tingkat Kematiannya 100 Persen

Firdaus Anwar - detikHealth
Muncul virus langka di Uganda tingkatkan kematian 100 persen/Foto: iStock
Jakarta - Pada Oktober 2017 Kementerian Kesehatan Uganda melapor kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ditemukan kasus kejadian infeksi virus langka di distrik Kween. Selang beberapa hari kemudian Kemenkes pun mengumumkan bahwa telah terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Virus yang menjadi penyebabnya bernama virus Marburg (MVD) dan masih satu keluarga dengan Ebola. Menurut WHO kemunculan kasus virus Marburg ini sangat langka dan biasanya terjadi bila seseorang melakukan kontak fisik dengan hewan seperti kelelawar atau monyet yang terinfeksi.

Baca juga: Afrika Barat dan Asia Tenggara Rentan Tertular Virus dari Kelelawar

Gejalanya sama seperti Ebola setelah masa inkubasi seseorang akan mengalami demam tinggi, nyeri otot, mual, diare, hingga muntah-muntah. Setelah itu pembuluh darahnya dapat rusak sehingga seseorang yang terinfeksi MVD dapat mengeluarkan darah dari seluruh tubuh.

Selain itu MVD juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga pasien juga mungkin akan sulit kooperatif.

"Saat sedang parah-parahnya seorang pasien akan mengalami demam tinggi. Karena sistem sarafnya juga terpengaruh pasien bisa mengalami kebingungan, mudah marah, dan agresif," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya, Rabu (8/11/2017).

Pada KLB yang diumumkan tanggal 19 Oktober 2017 sejauh ini baru tiga orang yang terkonfirmasi dan diduga terinfeksi meninggal dunia. Ketiganya datang dari keluarga yang sama sehingga membuat tingkat mortalitas MVD ini 100 persen.

Beberapa orang yang melakukan kontak fisik dengan tiga orang tersebut termasuk tenaga kesehatan masih dalam pengawasan. WHO sudah menyiapkan upaya penanggulangan termasuk menyediakan sekitar 2.000 pakaian pelindung untuk para petugas.

Hal ini dilakukan agar musibah buruk di mana lebih dari 10 ribu orang meninggal seperti wabah Ebola beberapa tahun sebelumnya di Afrika tidak terulang.

Baca juga: Wabah Ebola di Afrika Barat Dinyatakan Selesai, Satu Kasus Kematian Muncul (fds/up)