"Saya kira hal yang bagus, lebih banyak yang senang olahraga dibanding bahas politik," seloroh dr Achmad Zaki, SpOT dari Sport & Exercise Medicine Centre RS Mayapada Lebakbulus, Rabu (8/11/2017).
Di sisi lain, olahraga secara berlebihan dan tidak terukur justru punya risiko bagi kesehatan. Oleh karenanya, dr Zaki mengingatkan bahwa olahraga tidak cukup hanya gaya-gayaan, tetapi harus benar-benar penuh perhitungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Alasan Jansen Ongko Edukasi Masyarakat untuk Hidup Sehat
Bagi yang ingin mulai berolahraga, dr Arinta Dewi, menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Tidak perlu menyamakan diri dengan orang lain, karena level kebugaran pada setiap orang belum tentu sama. Porsi latihan pun harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
"Istilahnya, start slow and go slow," kata dr Arinta.
Istirahat, menurut dr Arnita sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri. "Bahkan atlet yang sangat terlatih pun butuh periode rest, jadi istirahat memang sangat penting dalam olahraga," pesan dr Arinta.
Tingginya minat olahraga pada generasi milenial (17-29 tahun) terungkap dalam sebuah survei oleh Centre for Strategic and International Studies. Olahraga dianggap sebagai kegiatan paling menarik oleh 30,8 persen responden, sedangkan membahas isu sosial dan politik hanya digemari oleh 2,3 persen responden.
Hasil survei menunjukkan bahwa generasi millenial lebih minat pada olahraga. Foto: Centre for Strategic and International Studies |
Baca juga: Pernah Overweight Saat Remaja, Bams Jadi Gila Olahraga
(up/up)












































Hasil survei menunjukkan bahwa generasi millenial lebih minat pada olahraga. Foto: Centre for Strategic and International Studies