Kamis, 09 Nov 2017 17:02 WIB

Selain Halusinasi, Ini Efek Samping Berlebihan Konsumsi Obat Batuk

Widiya Wiyanti - detikHealth
Bila disalahgunakan obat batuk dapat menimbulkan beragam efek berbahaya. (Foto: Thinkstock) Bila disalahgunakan obat batuk dapat menimbulkan beragam efek berbahaya. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Makin marak penyalahgunaan obat batuk di kalangan masyarakat Indonesia. Sebut saja salah satunya di Bangka Belitung, obat batuk tersebut dilarang diperdagangkan oleh gubernurnya.

Menanggapi hal ini, farmakolog dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr Zullies Ikawati, Apt mengatakan bahwa obat batuk khususnya yang untuk jenis batuk kering atau tidak berdahak mengandung bahan dekstrometrofan.

"Semua obat batuk terutama batuk kering di Indonesia pakai dekstrometrofan yang dijual bebas," ujar Prof Zullies kepada detikHealth dan ditulis Kamis (9/11/2017).

Dekstrometrofan adalah obat yang digunakan sebagai penekan batuk atau anti batuk. Jika dikonsumsi sesuai aturan, efek anti batuknya akan bertahan sekitar 5-6 jam setelah dikonsumsi.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Obat Dextro Tunggal Diminum Saat Tidak Batuk

Apa efek samping yang terjadi bila dekstrometrofan dikonsumsi berlebihan? Dikutip dari laman blog pribadinya, zulliesikawati.wordpress.com, obat ini memiliki efek samping dari yang ringan hingga berat.

"Selain memberikan efek behavioral (perilaku), intoksikasi atau overdosis DMP dapat menyebabkan hiper-eksitabilitas, kelelahan, berkeringat, bicara kacau, hipertensi, dan mata melotot (nystagmus)," jelasnya.

Normalnya, dosis yang diperbolehkan adalah 120 miligram per hari. Jika dikonsumsi 100-200 miligram per hari akan mengakibatkan efek pada perilaku dengan stimulasi ringan.

Sedangkan jika dikonsumsi dalam rentang 200-400 miligram akan timbul perasaan euforia dan halusinasi. Efek ini lah yang sering didapati orang yang menyalahgunakan obat batuk.

Nah, jika mencapai dosis 300-600 miligram, efek samping pada perilaku seseorang akan mengalami gangguan persepsi visual dan hilangnya koordinasi motorik.

Apabila dosisnya 500-1500 akan menimbulkan dissociative sedation, yaitu seseorang tidak merasakan sakit bahkan tidak merasakan kejadian yang menyenangkan.

Baca juga: Obat Batuk Dibuat Mabuk, Tiga Pelajar ini Diamankan (wdw/fds)