Alat pacu jantung (pace maker) dan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) diketahui bekerja dengan cara membaca aktivitas elektrik di otot jantung pasien. Ketika terjadi masalah detak jantung yang abnormal alat akan mengirimkan sinyal listriknya sendiri untuk menuntun jantung kembali pada ritme normal.
Baca juga: Alat Pacu Jantung Terkecil di Dunia Berhasil 'Ditanam' di Tubuh Pasien
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah dikhawatirkan EMI dari mobil listrik dapat mengecoh alat pacu jantung dibaca dan sebagai tanda abnormalitas.
Menjawab hal tersebut studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Wright State University menemukan bahwa EMI yang dipancarkan mobil listrik tidak cukup kuat untuk mengganggu alat pasien. Peneliti mengetahuinya setelah melakukan eksperimen pada 34 orang usia 46-85 tahun dengan ICD.
Menggunakan alat pengukur medan elektromagnet, peneliti menemukan mobil listrik menghasilkan EMI tertinggi saat sedang diisi baterainya pada tegangan 220 volt.
Setiap partisipan dalam studi diminta untuk duduk di dalam mobil dengan berbagai posisi. Peneliti lalu mengukur bagaimana alat pacu jantung dengan tingkat sensitivitas yang berbeda bereaksi terhadap EMI dari mobil listrik.
Pemimpin studi dr Abdul Wase mengatakan hasilnya alat pacu jantung sama sekali tidak terpengaruh.
"Kesimpulannya kendaraan listrik kemungkinan aman digunakan untuk para individu dengan ICD," ujar dr Abdul saat mempresentasikan temuan ini pada American Heart Association's Scientific Sessions 2017 dan dikutip dari Live Science, Selasa (14/11/2017).
Baca juga: Perempuan Ini Meninggal Gara-gara Melewati Metal Detektor di Bandara
(fds/up)











































