"Menjadi agresif pada masa kelaparan adalah mekanisme bertahan hidup," ujar seorang profesor dari University of Sydney, dr Amanda Salis, dikutip dari Hufington Post.
Menurut suatu penelitian, memang terdapat kaitan antara lapar dan marah. Hal tersebut terjadi bisa dikarenakan dua sebab yaitu ketidakseimbangan gula darah dan pengaruh hormon otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kadar gula darah menurun
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kadar gula darah yang rendah bisa mengancam jiwa karena otak tidak memiliki bahan bakar yang bisa digunakan. Tanpa glukosa yang cukup, otak akan sulit berkonsentrasi sebagaimana mestinya. Ini lah yang membuat emosi meningkat.
2. Tubuh melepaskan dua hormon
|
Foto: thinkstock
|
Glukosa disimpan dalam tubuh dalam bentuk glikogen yang ditemukan terutama pada otot dan hati. Glukagon dan hormon pertumbuhan memberitahu tubuh untuk mulai melepaskan glikogen agar kadar gula darah naik kembali dan mencegah otak menjadi tanpa makanan.
3. Hormon stres melonjak
|
Foto: Getty Images
|
Hormon ini menyebabkan rasa cemas dan gelisah karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan.
Halaman 4 dari 4











































