ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Nov 2017 18:45 WIB

Tenang, Pria dengan Satu Testis Itu Masih Bisa Subur

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Normalnya, pria terlahir dengan dua buah zakar atau testis yang berfungsi memproduksi sperma. Namun, karena beberapa kondisi, ada juga pria yang hanya mempunyai satu buah zakar. Lantas, bagaimana nasib pria-pria dengan satu buah zakar ini?

"Nggak apa-apa. Jadi manusia yang punya organ dua, yang satu tidak ada atau yang satu disumbangkan, atau yang satu dibuang, pria ya, manusia ini tidak terganggu," ucap androlog, dr Nugraha Setiawan SpAnd saat berbincang dengan detikHealth.

dr Nugroho mengungkapkan bahwa, secara embriologi, testis terbentuk di perut selama perkembangan janin. Selama beberapa bulan terakhir perkembangan janin normal, testis secara bertahap turun dari perut melalui jalan seperti tabung di pangkal paha (inguinal canal) ke dalam skrotum. Nah pada pria yang hanya mempunyai satu buah zakar atau testis bisa jadi salah satu testisnya tertahan atau tertinggal di dalam perut.

Baca juga: Kurang Tidur Bikin Testis Mengecil, Benarkah?

"Embriologinya kan sebenarnya dari perut karena pengaruh hormon dia masuk kantong. Manusia ini kan harusnya dua tapi kadang memang tidak dibentuk karena mungkin waktu hamil ada masalah sehingga cuma keluar satu ya nggak masalah," kata dr Nugroho.

"Tapi kalau ada dua, yang satu turun, yang satu nggak turun harus diturunkan atau dibuang. Nah kalau masih masa pertumbuhan bisa diturunkan atau ditarik ke bawah," imbuhnya lagi.

Namun dr Nugroho menegaskan, jika testis yang tertinggal atau tertahan diperut tersebut tidak diturunkan maka empat persen akan mempunyai potensi menjadi ganas.

"Jadi tetap harus dibuang, tidak berfungsi apa-apa, karena merupakan bom waktu, empat persen akan jadi kanker testis nanti yang di perut. Tapi kalau sudah dewasa ketemunya. Misal mau menikah seperti itu ya dibuang ajah," saran dr Nugroho.

Baca juga: Penyebab Gatal di Skrotum

(hrn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT