Presiden Asosiasi Dokter Jantung AS Kena Serangan Saat Konferensi

Presiden Asosiasi Dokter Jantung AS Kena Serangan Saat Konferensi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 17 Nov 2017 12:58 WIB
Presiden Asosiasi Dokter Jantung AS Kena Serangan Saat Konferensi
Presiden asosiasi dokter jantung di AS tiba-tiba mengalami serangan jantung di tengah konferensi. (Foto: Ilustrasi/Muhamad Reza Sulaiman)
Jakarta - Baru-baru ini Dr John Warner sedang memimpin jalannya pertemuan ilmiah para kardiologis atau ahli jantung di Anaheim, California. Tiba-tiba saja presiden American Heart Association itu ambruk.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika CEO UT Southwestern University Hospital Dallas itu mengalami serangan jantung.

Warner pun dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi konferensi dan dipasangi stent untuk membuka arterinya yang tersumbat. Beruntung tak lama kemudian Warner dinyatakan sudah membaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum serangan jantung itu terjadi, pria yang juga ahli jantung itu menyampaikan pidatonya tentang efek penyakit jantung dalam keluarganya sendiri. Kebetulan ayah dan kakeknya pernah menjalani operasi bypass jantung di usia 60-an.

Kakek dan kakek buyut dari pihak ibunya pun meninggal akibat penyakit jantung.

"Saya baru sadar ketika anak laki-laki saya lahir. Kami bermaksud memperkenalkannya pada keluarga besar tapi tak ada anggota keluarga senior, terutama di pohon keluarga saya karena semuanya sudah 'ditebas' oleh penyakit kardiovaskular," tuturnya kepada audiens.

Baca juga: 8 Bukti Kesehatan Jantung Pengaruhi Kehidupan Seks Pria

Insiden ini seakan mengingatkan bahwa dokter spesialis jantung juga manusia biasa. Namun perlu diingat bahwa mereka yang paling berisiko mengalami serangan jantung ada 3 macam: berusia di atas 65 tahun, pria dan mempunyai riwayat penyakit jantung dalam keluarganya.

Usia Warner masih menginjak 52 tahun, namun ia memenuhi dua kriteria lainnya. Persoalannya, ketiga faktor risiko itu tidak dapat diganggu gugat sehingga menjadikan Warner memiliki risiko yang lebih besar daripada mereka yang hanya masuk dalam satu kriteria saja.

Akan tetapi penyakit jantung juga bisa dipicu oleh gaya hidup seperti merokok, mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, yang juga bisa memicu hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, kegemukan dan diabetes. Bedanya, yang ini bisa dimodifikasi.

Ada dua hal yang perlu diantisipasi dari serangan jantung. Pertama, gejalanya. Gejala peringatan untuk serangan jantung di antaranya rasa tidak nyaman di dada atau rasa sakit di tubuh bagian atas, bisa juga karena rasa nyeri di lengan, punggung, leher, rahang ataupun perut. Gejala lainnya yaitu sesak napas, keringat dingin, mual, dan pening.

Kedua, ada insiden serangan jantung yang prosesnya berlangsung perlahan, tetapi ada juga yang menyerang dengan cepat tanpa disertai gejala peringatan. Demikian seperti dilaporkan CNN.

Baca juga: Catat! Ini Keluhan yang Sering Muncul Sebulan Sebelum Serangan Jantung (lll/up)

Berita Terkait