ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Nov 2017 18:11 WIB

Ahli Saraf: Gegar Otak Ibarat Hang pada Komputer

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Setya Novanto dilaporkan berpotensi mengalami gegar otak. (Foto: Adi wicaksono)
Jakarta - Ngeri rasanya jika mendengar istilah gegar otak. Padahal menurut ahli saraf, pada taraf ringan, kondisi ini tidaklah seseram yang dibayangkan.

Dijelaskan Prof dr Teguh Ranakusuma, SpS(K), dari Departemen Neurologi Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia, gegar otak biasanya terjadi karena benturan.

Saat kepala terbentur, terjadi kekacauan pada jaringan listrik yang ada di otak. "Itu kan listrik semua. Ada benturan, network-nya kacau, tiba-tiba terhenti, hang, kayak komputer itu," paparnya saat dihubungi detikHealth, Jumat (17/11/2017).

Baca juga: Kapan Harus Pilih, Pakai CT Scan atau MRI? Ini Kata Profesor

Itulah sebabnya mereka yang mengalami gegar otak selalu ditandai dengan kehilangan kesadaran dikarenakan adanya 'gangguan jaringan' pada otak. Akan tetapi buruk tidaknya kehilangan kesadaran yang dialami pasien gegar otak juga tak selalu buruk.

"Tergantung derajat benturannya. Kalau ringan, nggak sadarnya paling cuma sebentar. Yang moderate (sedang) nggak sadarnya bisa beberapa jam, sedangkan yang berat bisa berhari-hari nggak sadar," papar Prof Teguh.

Selain itu, pada kasus gegar otak ringan, pasien bisa pulih dengan sendirinya, sedangkan pada gegar otak sedang ada yang bisa pulih lagi dan ada yang tidak, tergantung penanganannya. "Ya komputer itu kalau hang, didiemin sebentar nanti juga pulih lagi kan," tambahnya.

Lantas bagaimana dengan yang berat? Prof Teguh mengatakan, selain kehilangan kesadaran, sebagian besar pasien gegar otak akan mengalami lupa. "Tapi kalau sudah berat, ya bisa sampai hilang ingatan," imbuhnya.

Baca juga: Komentar Dokter Soal Perban di Kepala Setya Novanto (lll/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT