Menurut psikolog klinis Christina Tedja, M.Psi, Psikolog, perselingkuhan orang tua dapat memberikan berbagai dampak pada anak, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Perasaan anak yang memiliki orang tua selingkuh biasanya akan merasa kecewa, marah, malu, dan ada pula yang merasa tidak menerima kenyataan apabila ada orang tuanya yang selingkuh.
"Dampak jangka panjang bervariasi, tergantung juga bagaimana akhir dari perselingkuhan tersebut. Apakah jadinya ayah dan ibu berpisah. Apakah jadinya rujuk kembali? Apakah jadinya malah ditengah-tengah nggak jelas, cerai tidaaak, tapi tetap menjalankan hubungan luar nikah yang lebih intens dan terbuka," kata Tina, sapaan akrabnya yang berpraktik di Ciputra Medical Center, Lotte Shopping Avenue, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Tina, tanggapan setiap anak bisa berbeda-beda. Ada anak yang tidak menjadikan kejadian tersebut termasuk ke dalam kejadian penting dalam hidupnya. Namun ada juga yang menjadikan kejadian tersebut sebagai hal yang krusial dan berpengaruh terhadap seluruh hidup masa kanak-kanak atau remajanya.
"Jika kejadian tersebut tidak menjadi penting bagi anak maka ya tidak memberikan pengaruh apa-apa, tapi jika dianggap krusial maka reaksi anak pun dapat berbeda," tutur Tina.
"Menjadi lebih waspada dalam memilih pasangan, takut untuk menjalin komitmen, menjadi motivasi bagi diri sendiri bahwa tidak akan menjadi pelaku selingkuh, dan tidak menutup kemungkinan anak juga akan belajar mengulangi perbuatan orang tua yang melakukan perselingkuhan," pungkasnya.
Baca juga: Apapun Alasannya, Pemukulan Terhadap Anak Itu Tidak Dibenarkan (hrn/up)











































