Rabu, 22 Nov 2017 08:37 WIB

3 Olahraga untuk Menangkal Diabetes saat Hamil

Azmy Cahya Ramadhaniar - detikHealth
Hamil bukan alasan untuk berhenti berolahraga. (Foto: Thinkstock) Hamil bukan alasan untuk berhenti berolahraga. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kadar glukosa bisa saja melonjak tinggi selama kehamilan. Hal ini dikenal dengan sebutan diabetes gestasional. Umumnya gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Namun kondisi ibu hamil yang mengalami diabetes harus benar-benar dipantau. Untuk menjaganya agar tetap terkontrol, peranan olahraga pun jadi dibutuhkan.

Olahraga untuk diabetes gestasional merupakan aktivitas fisik yang dilakukan sebelum dan selama kehamilan yang bersifat memberi manfaat secara menyeluruh. Biasanya, olahraga yang dipilih tidak perlu dengan aktivitas fisik yang berat.

Baca Juga : Tentang Diabetes Kering dan Basah Menurut Dokter Ahli

"Bagi wanita hamil sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan." ungkap dr Farid Kurniawan, SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Ciptomangunkusumo (UI-RSCM).

Setiap wanita yang akan atau sedang hamil harus melakukan aktivitas fisik intensitas sedang untuk mempertahankan atau meningkatkan kardio-respirasi kebugaran mereka.

"Jika dulunya tidak rutin untuk olahraga aktivitas seperti aerobik dilakukan dengan intensitas sedang selama kehamilan dan setelah melahirkan. Tapi kalau sudah aktif olahraga atau rutin bisa dengan intensitas lebih keras." tambah dr Farid.

"Frekuensi latihan, setidaknya 3-7 hari per minggu. Lama latihan, 30 menit / sesi (kisaran 20-45 minimal )." tuturnya.

Menurut dr Farid, wanita hamil baik non-diabetes maupun yang didiagnosis diabetes gestasional sangat direkomendasikan untuk melakukan aktivitas sebagai berikut :

Gunakan kesempatan, ajak juga suami beraktivitas.Gunakan kesempatan, ajak juga suami beraktivitas. Foto: Thinkstock


1. Jalan Kaki

Jalan kaki ternyata bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, karena mengurangi produksi glukosa dari hati pada orang yang gemuk, juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 12-24 jam setelah melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan high density liporprotein (HDL - kolestrol yang baik) dalam darah.

Berenang ramah untuk tubuh karena tidak terlalu membebani.Berenang ramah untuk tubuh karena tidak terlalu membebani. Foto: ilustrasi/thinkstock


2. Berenang

Olahraga ini dapat mengontrol tingkat gula darah. Ini karena berenang bisa meningkatkan kesehatan seluruh tubuh dengan memperkuat sebagian besar otot dalam tubuh. Berenang juga dapat membuat tubuh lebih efisien ketika menyerap oksigen dan nutrisi pada sel otot. Selain itu dengan berenang dapat menggerakan seluruh tubuh namun tidak membebani lutut sehingga risiko terjadinya nyeri pada lutut juga lebih kecil.

Dengan bantuan sepeda statis olahraga bisa dilakukan kapan saja di mana saja.Dengan bantuan sepeda statis olahraga bisa dilakukan kapan saja di mana saja. Foto: ilustrasi/thinkstock


3. Sepeda statis

Melakukan aktivitas ini dapat menggerakan otot-otot besar. Kegiatan seperti ini melibatkan otot-otot besar seperti otot di kaki, tangan dan menjaga keseimbangan tubuh kita, serta membakar kalori yang cukup besar.

Baca Juga : Jangan Remehkan Diabetes Saat Hamil (up/up)
News Feed